Ing Ngarsa Sung Pawarta Ing Madya Mangun Karya Tut Wuri Jaya-jaya Wijayanti

our facebook page

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label 6.Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 6.Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

Perayaan Hari Jadi Trenggalek Ke 826 di Tengah Pandemi

Perayaan Hari Jadi Trenggalek Ke 826 di Tengah Pandemi


"Kita laksanakan secara sederhana, tanpa mengurangi kesakralannya. Dimulai dari jamasan pusaka, kemudian ziarah leluhur, istogozah yang dilaksanakan di 2 tempat, Kamulan dan Pendopo secara online," tuturnya.

Caping Gunung Galek - Tidak ingin menghilangkan tradisi menjelang hari jadi Trenggalek, Bupati Trenggalek bersama Forkopimda dan sejumlah tokoh agama lakukan ziarah makam para pendahulu Kabupaten Trenggalek, Minggu (29/8/2020).

Diawali dengan makam Mbah Kawak di Dusun Kauman, Kelurahan Ngantru Trenggalek. Konon katanya Mbah Kawak ini adalah tokoh yang ikut andil dalam babat Trenggalek dan mensyiarkan agama Islam di Trenggalek.

Dari makam Mbah Kawak, dilanjutkan ke makam Setono Gedong.  Pada komplek pemakaman ini dimakamkan  bupati pertama Trenggalek R. T. Soemo Truno dan saudaranya D. Jaja Negoro bupati kedua Trenggalek serta orang tuanya Bupati Ponorogo R. T.A. Merto Diningrat.

Perayaan Hari Jadi Trenggalek Ke 826 di Tengah Pandemi


Menariknya pada komplek pemakaman ini ada makam Warok Suromenggolo yang terkenal di kalangan kesenian Reog Ponorogo. Suromenggolo sendiri merupakan patih dari Bupati Ponorogo ini, karena saking setianya kepada pimpinannya dia ikut dimakamkan di Trenggalek.

Ziarah berlanjut ke makam Adipati Menaksopal, tokoh pertanian yang sempat membawa nama harum Trenggalek lewat pertaniannya.

Kemudian berlanjut ke makam Kanjeng Jimat di Desa Ngulan Kulon Pogalan dan terakhir di Makam Astono Girimolio di Desa Sumber, Kecamatan Karangan.

Di pemakaman ini dimakamkan 2 mantan Bupati Trenggalek KRT. Adipati Widjoyo Koesoemo yang menjabat tahun 1994 hingga yahun 1904 dan KRT Adipati Ario Poerbonegoro.

Kepada awak media, Mochamad Nur Arifin, Bupati Trenggalek menuturkan bawasannya peringatan hari jadi 826 Trenggalek ini berjalan sederhana karena masih masa Pandemi Covid 19. "Kita laksanakan secara sederhana, tanpa mengurangi kesakralannya. Dimulai dari jamasan pusaka, kemudian ziarah leluhur, istogozah yang dilaksanakan di 2 tempat, Kamulan dan Pendopo secara online," tuturnya.

Kemudian paginya ada kirab dan prosesi hari jadi. Akan tetap ada wayangan namun ruwatan dan bisa disaksikan juga secara online. Tidak disarankan kepada masyarakat untuk berbondon-bondong datang, pesan suami Novita Hardini ini.#nur_cgo


Sumber, Berita Indonesia 

Share:

Penambahan 12 Pasien Positif Corona di Trenggalek

Penambahan 12 Pasien Positif Corona di Trenggalek

Untuk pasien terakhir atau pasien 54 adalah laki-laki berusia 33 tahun dari Desa Terbis, Kecamatan Panggul yang bekerja sebagai sopir. Setatus pasien ini terkonfirmasi positif tanpa gejala
Caping Gunung Indonesia - Terdapat 12 kasus terkonfirmasi positif Covid 19 baru di Kabupaten Trenggalek yang diumumkan langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin melalui siaran Pers di Gedung Smart Center, Kamis (16/7/2020).

Trend Covid yang naik tajam ini membuat Bupati Trenggalek ini berusaha mengingatkan kepada warganya untuk berhati-hati terhadap pandemi ini, pasalnya wabah Corona memang belum hilang hingga sekarang.

Menurut Nur Arifin, Trenggalek pernah berhasil menekan angka sebaran Covid, mampu menekan angka arus mudik ketika hari-hari besar tiba. Namun setelah ada kelonggaran penerapan era kenormalan baru ada penambahan kasus yang cukup signifikan, 12 kasus baru terkonfirmasi positif di Trenggalek.

Selain ada penambahan 12 kasus baru ada 9 pasien positif yang dinyatakan sembuh dan bisa kembali kepada keluarga malam itu. Pasien yang dinyatakan sembuh ini adalah Pasien 20, 22, 23, 26, 27, 28, 30, 31 dan Pasien 33.

Meskipun sembuh pasien ini diminta tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak melakukan perjalanan dulu.

Saat ini pasien yang masih menjalani perawatan menyisakan 10 pasien yang belum sembuh diluar 12 tambahan baru yang akan diumumkan. 10 orang ini diantaranya masih dirawat di RSUD 2 orang dan 7 orang dirawat di Ascov 1 dan 1 orang (Pasien 39) yang dirawat di Wisma Atlet Jakarta.

Sedangkan untuk perkembangan 12 kasus baru sendiri diperjelas oleh Juru Bicara Percepatan Covid 19 dr. Murti Rukiyandari, yang melanjutkan paparan Bupati Trenggalek dalam siaran pers tersebut.

12 kasus baru ini dimulai dari Pasien 43, seorang laki-laki berusia 55 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai ASN di Kabupaten Lumajang. Alamat yang bersangkutan di Kelurahan Sumbergedong, Trenggalek.

Setiap Hari Jumat pasien ini pulang ke Trenggalek dan kembali ke Lumajang pada hari Minggu.

Tanggal 28 Juni lalu sepulang dari Lumajang merasakan keluhan demam. Karena keluhan ini yang bersangkutan memeriksakan diri di fasilitas kesehatan.

Tanggal 3 Juli, pasien 43 berobat ke dokter jantung karena merasakan demam dan batuk. Kemudian disarankan untuk MRS ke RSUD untuk dilakukan uji swab.

Tanggal 9 Juli dilakukan Swab Test di RSUD dr. Soedomo dan tanggal 13 nya hasil Swab Testnya keluar dan dinyatakan positif Covid 19.

Dari kasus ini terdapat 6 kontak erat dan dari ke enamnya didapatkan 5 orang non reaktif dan 1 orang reaktif Rapid Test. Pasien ini dimungkinkan terpapar dari Lumajang

Untuk Pasien 44, merupakan seorang ibu rumah tangga, berusia 33 tahun. Pasien ini adalah istri dari pasien 36 dengan alamat Desa Suko Kecamatan/ Kabupaten Sidoarjo yang berdomisili di Kelurahan Ngantru, Trenggalek

Kronologis, tanggal 28 Juni lalu pasien melakukan perjalanan bersama keluarga ke Blitar dalam acara lamaran keluarga. Kemudian langsung pulang ke Sidoarjo.

Selama di Sidoarjo tidak pernah melakukan kegiatan diluar. Tanggal 1 Juli pasien dan keluarga melakukan perjalanan kembali ke Trenggalek.

Tanggal 9 Juli tim puskesmas melakukan kunjungan ke rumah untuk mengambil sampel darah untuk pemeriksaan rapid test, dan hasilnya non reaktif.

13 Juli dilakukan pemeriksaan swab di RSUD Dr Soedomo Trenggalek. Tak berselang lama hasil Swab keluar dan Terkonfirmasi Positif Covid 19.

Dari Pasien ini sementara terdapat 3 kontak erat, 1 orang (Ibu kandung), 1 orang (kakak kandung) dan 1 orang (sopir keluarga) dan kesemuanya non reaktif rapid test. Disinyalir pasien ini terpapar saat perjalanan dari Sidoarjo.

Untuk Pasien 45, anak berusia 6 tahun anak dari Pasien 36 dan Pasien 44 dengan kronologis perjalanan sama dengan Pasien 44 Trenggalek.

Pasien 46 adalah seorang wanita berusia 55 tahun, istri dari pasien 34 dengan alamat Desa Ngares, Trenggalek. Terkonfirmasi tanpa gejala.

Tanggal 19 Juni, Pasien 46 menerima kedatangan suami, Pasien 34 yang berprofesi sebagai sopir di Sidoarjo.

6 Juli dilakukan Rapid Test dan 2 hari kemudian, hasil swab suami dinyatakan positif. 11 Juli Pasien 46 kembali di periksa Rapid Test dengan hasil reaktif.

Dua hari kemudian dilakukan dilakukan swab dan 14 Juli dinyatakan positif Covid 19. Dan terpapar dari suaminya.

Terdapat 7 kontak erat pasien ini yaitu 3 orang anak, 1 menantu, 1 orang cucu dan 2 orang besan.

Pasien 47 dan 48. Untuk pasien 47 adalah pasien terkonfirmasi tanpa gejala dan seorang perempuan berusia 20 tahun, adalah Keponakan dari pasien 39 dengan alamat Desa Sumberingin Kecamatan Karangan. Sedangkan Pasien 48, laki-laki 16 tahun anak dari Pasien 39.

Setelah Pasien 39 dinyatakan positif Covid 19, Tim gugus tugas segera melakukan tracing terhadap kontak erat, diantaranya pasien 47 dan 48 ini.

Tanggal 13 juli dua pasien ini bersama kontak erat pasien 39 lainnya dilakukan Swab Test dan besoknya hasil swab keluar dan dua pasien ini dinyatakan positif Covid 19.

Dua pasien ini segera dipindahkan ke Asrama Covid 2 Trenggalek, untuk menjalani karantina dan dipantau perkembangan penyakitnya.

Untuk Pasien 49 adalah seorang laki-laki berusia 58 tahun, bekerja sebagai petani dan tinggal di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh.

Pasien 49 memiliki riwayat penyakit jantung sejak 3 tahun lalu. Tanggal 7 Juli melakukan kontrol ke Poli Jantung. 4 hari kemudian berobat ke klinik swasta dan disarankan untuk berobat ke RSUD Dr. Soedomo Trenggek.

Tanggal 13 Juli dilakukan Swab Test dan besoknya hasilnya keluar dan dinyatakan positif Covid 19. Pasien ini dilakukan oerawatan di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek.

Terdapat 8 kontak erat dari pasien ini dengan hasil Rapid Test non reaktif semua dan masih didalami status penularannya.

Untuk Pasien 50 sendiri, perempuan berusia 32 tahun asal Desa Suruh, Kecamatan Suruh. Perempuan ini bekerja sebagai ART di Surabaya.

5 Juli lalu Pasien 50 pulang ke Trenggalek menggunakan travel bersama 6 orang lain dari Trenggalek. Pasien ini duduk di kursi belakang.

Dirumah pasien ini berinisiatif mendatangi puskesmas dan melaporkan kedatangannya. Kemudian puskesmas melakukan skrining dan tidak ditemui keluhan kesehatan.

Dihimbau untuk isolasi mandiri selama 14 hari, namun pasien 50 keluar untuk beraktifitas dan selanjutnha melaksanakan isolasi lagi.

11 Juli, puskesmas mendatangi pasien 50 untuk melaksanakan Rapid Test dengan hasil reaktif. 2 hari kemudian dilakukan Swab Test dan besoknya hasil keluar dan dinyatakan positif Covid 19.

Dari kasus ini terdapat 13 kontak erat 3 keluarga, suami, anak dan ayah yang kesemuanya non reaktif rapid test. Terus 1 karyawan mebel, 1 karyawan Konter HP, 2 karyawan elektronik, 1 sopir travel dan 5 penumpang travel lainnya.

Pasien 50 saat ini telah dipindahkan ke asrama 1 Covid BKD, untuk dipantau perkembangannya dan disinyalir terpapar di Surabaya.

Pasien 51, seorang laki-laki berusia 32 tahun. Bekerja sebagai KTU di salah 1 SMP di Surabaya dan tinggal di Desa Pucanganak Kecamatan Tugu.

Bulan Maret Pasien 51 mengajak keluarganya ke Surabaya karena tidak adanya aktifitas belajar. Selama Maret hingga Juli tidak melakukan perjalanan ke Trenggalek.

20 Juni Pasien 51 tidak enak badan dan berobat ke poliklinik di Surabaya dan istirahat 3 hari.

7 Juli penyakit pasien kambuh sampai menggigil, nyeri kepala, dan nyeri sendi kemudian dibawa ke praktek swasta di Surabaya. Berdasarkan hasil laborat didiagnosa suspek DBD.

9 juli Pasien 51 berobat ke dokter Spesialis Saraf di Surabaya. Selama sakit pasien ini dirawat istrinya. Besoknya pasien 51 bersama keluarga 1 istri dan 2 orang anak pulang ke Trenggalek mengendarai mobil pribadi.

11 juli melapor ke puskesmas dan dilaksanakan Rapid Test, dengan hasil reaktif. Kemudian pasien ini dipindahkan ke asrama 2 Covid Trenggalek.

Dua hari setelahnya dilakukan Swab Test dengan hasil positif Covid 19. Terdapat 7 kontak erat dari kasus ini yaitu istri, 2 orang anak yang menunggu hasil Swab. Ayah mertua yang reaktif Rapid Test, ibu mertua, 1 adik ipar dan pemilik toko non reaktif.

Karena positif Covid, Pasien 51 segera dipindahkan ruag isolasi di Asrama Covid BKD. Pasien ini kemungkinan terpapar dari Surabaya.

Pasien 52 adalah seorang laki-laki berusia 31 tahun dari Desa Nrayung, Kecamatan Gandusari. Pasien ini mempunyai riwayat bekerja di Papua. Status pasien ini terkonfirmasi positif tanpa gejala.

Tanggal 15 Maret yang bersangkutan pulang dari Papua dan memiliki riwyat alergi.

10 Juli datang ke balai desa untuk meminta surat keterangan bepergian. Ditemani paman dan teman temannya pasien 52 mendatangi fasilitas kesehatan untuk mencari surat keterangan sehat dan Rapid Test, sebagai persyaratan untuk melakukan perjalanan ke Papua. Hasil Rapid Test yang dilakukan Reaktif.

Tiga hari kemudian dilakukan Swab Test dan 14 Juli hasil Swab keluar, pasien ini terpapar Covid 19.

Terdapat 8 Kontak erat, yang terdiri dari ayah, ibu, paman, bibi, 2 orang keponakan, 1 orang anak, dan calon istri. Hasil Rapid Test semua non reaktif.

Karena positif maka pasien ini segera dipindahkan ke Asrama Covid 1 BKD dan indikasi terpaparnya masih dalam pendalaman.

Pasien 53 adalah seorang laki-laki berusia 52 tahun asal Desa Pringapus, Kecamatan Dongko. Sehari-hari pasien ini bekerja sebagai tukang bangunan. Status pasien ini terkonfirmasi positif tanpa gejala.

Sebelum 25 Juni, bekerja sebagai tukang bangunan dirumah A di Dusun Dawung. Tanggal 1 hingga6 Juli bekerja di rumah S RT. 35 membuat kamar mandi bersama 2 orang

7 Juli bekerja dirumah J RT. 35 bersama 10 orang tetangga dan saudara sekitar. Besoknya berobat ke salah satu mantri kesehatan di Kampak, kemudian ke Desa Ngrandu untuk ziarah makam.

2 hari kemudian melakukan rapid tes di klinik swasta, sebagai persyaratan untuk berangkat bekerja ke Kalimantan dengan hasil reaktif. Kemudian dilakukan edukasi untuk melaksanakan isolasi dirumah dan melaksanakan Swab Test.

13 Juli dilaksanakan Swab di RSUD Dr. Soedomo dan 2 hari setelahnya hasil kelur dan dinyatakan terpapar Covid 19. Dari kasus ini ditemukan 18 kontak erat.

Untuk pasien terakhir atau pasien 54 adalah laki-laki berusia 33 tahun dari Desa Terbis, Kecamatan Panggul yang bekerja sebagai sopir. Setatus pasien ini terkonfirmasi positif tanpa gejala.

14 hari terakhir pasien ini tidak melaksanakan pekerjaannya. 8 Juni pasien berkunjung ke Bank dan dalam kurun tanggal 12 Juni hingga 8 Juli membangun rumah.

10 Juli yang beraangkutan melaksanakan Rapid Test untuk keperluan KPPS dengan hasil reaktif. Selanjutnya dilakukan Swab Test dan hasilnya terpapar Covid 19.

Dari kasus ini terdapat 12 orang kontak erat yaitu Istri, 2 anak, ayah, ibu, 2 orang adik, nenek, teman satgas dan 3 orang kontak saat di Bank.

Hasil Rapid Test semua kontak erat non reaktif semua. Karena positif pasien ini dilakukan isolasi di Ascov 1 BKD Trenggalek dan masih didalami penyebarannya.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Inilah Motif Pelaku Pembakaran Mobil Via Vallen

 Inilah Motif Pelaku Pembakaran Mobil Via Vallen

"Pelaku hanya ingin ketemu dengan Via karena ia salah satu fans beratnya. Pelaku menginginkan untuk bisa bertemu dan bertatap muka, tetapi tak (berhasil) bertemu,"
Caping Gunung Indonesia - Polisi telah menetapkan Pije (40) sebagai tersangka pembakar mobil Via Vallen. Pelaku melakukan pembakaran karena sakit hati dengan Via Vallen.

"Pelaku hanya ingin ketemu dengan Via karena ia salah satu fans beratnya. Pelaku menginginkan untuk bisa bertemu dan bertatap muka, tetapi tak (berhasil) bertemu," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji kepada wartawan usai upacara HUT ke-74 Bhayangkara di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (1/7/2020).Sumardji mengatakan sakit hati pelaku terjadi karena selain gagal bertemu dengan Via Vallen, ia juga merasa mendapat hinaan dari seseorang di rumah Via Vallen.

"Ada yang menemui tapi dengan mengucapkan hal-hal yang menurut pelaku tidak mengenakkan di hati. Contohnya kamu kotor, pakaianmu lusuh," kata Sumardji.Dari situlah pelaku yang merasa sakit hati kemudian membakar mobil Via Vallen. Ia melakukannya subuh hari sekitar pukul 03.15 pada Selasa (30/6) kemarin.

"Pelaku merasa jauh-jauh dari Cikarang hanya untuk bertemu Via, tetapi tidak bisa ketemu," tandas Sumardji.#nur_cgo

sumber, Berita Indonesia

Share:

Jawa Timur Juara Nasional Penyebaran COVID-19

Jawa Timur  Juara Nasional Penyebaran COVID-19

Dari total 11.795 kasus COVID-19 di Jatim, tinggal 6.486 pasien yang masih dirawat. "Tambahan kasus kita cukup banyak 240, 11.795. Ini juara nasional ya,"
Caping Gunung Indonesia - Jumlah kasus positif COVID-19 di Jatim bertambah 240 sehingga totalnya menjadi 11.795. Jumlah itu lebih banyak dari kasus COVID-19 di DKI Jakarta yang mencapai 11.237.

Dari total 11.795 kasus COVID-19 di Jatim, tinggal 6.486 pasien yang masih dirawat. "Tambahan kasus kita cukup banyak 240, 11.795. Ini juara nasional ya," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (29/6/2020).

Tambahan kasus hari ini yang tertinggi dari Surabaya yakni 95 pasien COVID-19 (ada 129 kasus yang masih pending). Kemudian ada tiga pasien tambahan dari Kota Batu, tiga pasien dari Kabupaten Malang, empat dari Bondowoso, dua dari Trenggalek, satu dari Ngawi, satu pasien asal Kota Blitar, enam asal Sampang, satu dari Kabupaten Magetan, satu dari Kota Probolinggo, dua dari Kota Madiun, satu dari Tuban dan tiga dari Kediri.Ada pula tambahan 17 pasien dari Sidoarjo, 33 dari Gresik, empat dari Ponorogo, sembilan dari Jombang, lima dari Sumenep, tiga pasien dari Kabupaten Mojokerto, 14 dari Bangkalan, dua dari Kota Mojokerto, tiga dari Kabupaten Pasuruan, lima pasien dari Lamongan, dua pasien asal Jember, tujuh pasien dari Kota Malang, enam asal Kabupaten Blitar, dan tujuh dari Kabupaten Bojonegoro.

Meski begitu ada kabar baik dalam penanganan COVID-19 di Jatim. Hari ini ada 121 pasien yang sembuh. Kini, total pasien yang sembuh mencapai 4.012 atau 34,01 persen.

"Hari ini saya sampaikan berita gembiranya. Angka kesembuhan naik sekarang 34,01 persen. Cukup banyak," imbuh Joni. Rinciannya, ada 76 pasien sembuh Sembuh Kota Surabaya, 12 dari Sidoarjo, satu pasien asal Kota Pasuruan, satu dari Pamekasan, dua dari Kota Blitar, dua dari Sampang, satu dari Magetan, satu dari Kota Probolinggo, satu dari Tuban, satu pasien asal Nganjuk, tiga pasien sembuh asal Kota Kediri, dua pasien dari Kabupaten Kediri, satu pasien dari Kabupaten Madiun, satu dari Ponorogo, lima dari Bangkalan, dua dari Lamongan, dua dari Jember, empat dari kabupaten Blitar dan tiga pasien sembuh dari Bojonegoro.

Namun, Joni menambahkan, ada tambahan pasien meninggal yang cukup banyak pula. Hari ini ada 30 orang yang meninggal. Sehingga totalnya ada 896 orang atau setara 7,60 persen.

"Meninggal cukup banyak, kita cukup sedih dengan kondisi seperti ini. Angka kematian di Jatim lebih tinggi dari angka kematian nasional," lanjutnya.Rinciannya 16 pasien meninggal dari Kota Surabaya, 1 pasien meninggal dari Kota Batu, satu asal Nganjuk, dua dari Sidoarjo, tiga dari Gresik, dua dari Bangkalan, satu asal Kota Mojokerto, satu pasien meninggal dari Lamongan, dua dari Kota Malang dan satu pasien meninggal asal Bojonegoro.

Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ada 10.535 dan yang masih dalam pengawasan ada 4.456. Sementara untuk orang dalam pemantauan (ODP) kini jumlahnya sebanyak 29.477 dan yang masih dipantau 5.167. Untuk orang tanpa gejala (OTG) totalnya ada 162.692.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Jelang New Normal, Pesantren di Tulungagung Siapkan Rapid Test

 Jelang New Normal, Pesantren di Tulungagung Siapkan Rapid Test

Kepala Asrama Sunan Giri, Ponpes Hidayatul Mubtadi'ien, Ahmad Ghulam, mengatakan dari 2.000 lebih santri baru sekitar 40 persen yang telah kembali ke pesantren. Proses penyambutan para santri ini dilakukan secara ketat oleh pihak pesantren maupun pemerintah daerah.

Caping Gunung Indonesia - Menjelang tahun ajaran baru, ribuan santri mulai berdatangan ke sejumlah pesantren di Tulungagung. Khusus santri dari luar kota diwajibkan rapid test guna meminimalisir penyebaran COVID-19.

Di Ponpes Hidayatul Mubtadi'ien Ngunut, Tulungagung, misalnya. Gelombang kedatangan para santri telah terjadi sejak Rabu (10/6/2020). Pada tahap awal, santri yang datang rata-rata dari dalam Kota Tulungagung dan beberapa kota di sekitar seperti Trenggalek, Blitar dan Kediri.

Kepala Asrama Sunan Giri, Ponpes Hidayatul Mubtadi'ien, Ahmad Ghulam, mengatakan dari 2.000 lebih santri baru sekitar 40 persen yang telah kembali ke pesantren. Proses penyambutan para santri ini dilakukan secara ketat oleh pihak pesantren maupun pemerintah daerah.



"Khusus santri sari luar kota langsung dilakukan rapid test, seperti ini. Sedangkan yang dari dalam kota kami syaratkan untuk membawa surat keterangan sehat," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2020).Menurutnya, dari total ribuan santri itu, rata-rata yang belum kembali merupakan santri dari luar daerah, seperti Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan dan beberapa daerah lain. Mereka banyak yang belum bisa kembali lantaran terkendala kebijakan di daerah masing-masing maupun terkendala transportasi di masa pandemi.

"Untuk yang dari Jawa Tengah akan kami jemput dengan bus. Karena kalau penjemputan melalui PO bus bisa dilakukan. Di Pondok Ngunut ini ada lima asrama, yakni asrama Sunan Giri, Sunan Gunung Jati, Sunan Pandanaran dan Sunan Kalijaga," ujarnya.

Ghulam menjelaskan, proses rapid test terhadap santri luar kota dilakukan di pesantren oleh petugas Puskesmas Ngunut maupun dinas kesehatan setempat. Namun ada sebagian santri yang melakukan rapid test secara mandiri di daerah asal masing-masing.

"Kemarin itu ada satu keluarga yang sudah rapid test mandiri," jelasnya.Saat itu disinggung terkait kebijakan khusus menjelang masa new normal, pihak pesantren telah menyiapkan beberapa skema pembelajaran. Di antaranya melalukan sistem shift untuk pembelajaran di jenjang pendidikan umum.

"Sedangkan untuk para guru juga kami siapkan face shield, mengingat guru di sini keluar masuk pesantren. Kemudian kalau biasanya ada kegiatan bersalaman juga kami tiadakan," imbuhnya.

Perubahan metode saat pembelajaran juga dilakukan pada pendidikan madrasah diniyah maupun pengajian. Pengajian yang biasanya dilaksanakan di kamar santri akan digeser ke tempat yang lebih luas.

"Kami juga akan meningkatkan dari sisi kebersihan," jelasnya.#nur-cgo

Sumber, Berita Indonesia
Share:

Inilah Persebaran Kasus COVID-19 di Jawa Timur

 Inilah Persebaran Kasus COVID-19 di Jawa Timur

Sedangkan untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim ada 7.343 pasien dan yang masih diawasi tinggal 3.437. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 25.516 pasien dan yang masih dipantau ada 3.956 pasien. Untuk total kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 20.489.
Caping Gunung Indonesia - Kasus COVID-19 di Jawa Timur mencapai 5.940 kasus. Data terakhir hingga Minggu (7/6) malam, ada 3.876 pasien yang masih menjalani perawatan. Sedangkan, ada 1.499 pasien yang sembuh dan 502 yang meninggal dunia.

Sedangkan untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim ada 7.343 pasien dan yang masih diawasi tinggal 3.437. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 25.516 pasien dan yang masih dipantau ada 3.956 pasien. Untuk total kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 20.489.

Kasus terbanyak yakni ada di Kota Surabaya dengan total 2.945 pasien positif COVID-19. Sedangkan kasus terbanyak kedua yakni dari Sidoarjo dengan 755 pasien Corona. Untuk kabupaten dengan jumlah kasus paling sedikit yakni Kota Blitar dengan jumlah kasus 3 pasien yang positif Corona.

Sementara untuk pasien yang paling banyak sembuh yakni dari Kota Surabaya. Jumlahnya ada 812 pasien sembuh. Namun untuk wilayah dengan kematian tertinggi karena COVID-19 berada di Surabaya pula dengan 293 pasien meninggal dunia.

Berikut jumlah kasus setiap kabupaten dan kota di Jatim yang dihimpun detikcom melalui website infocovid19.jatimprov.go.id:

1. Surabaya : 2.945 pasien positif COVID-19, 812 pasien sembuh, 293 pasien meninggal dunia
PDP 3.321, ODP 3.911, OTG 3.593



2. Sidoarjo : 755 pasien positif Corona, 56 pasien sembuh, 66 pasien meninggal dunia
PDP 527, ODP 1.158, OTG 1.153

3. Gresik : 214 pasien positif COVID-19, 33 pasien sembuh, 20 pasien meninggal dunia
PDP 293, ODP 1.206, OTG 278

4. Lamongan : 130 pasien positif COVID-19, 48 pasien sembuh, 19 pasien meninggal dunia
PDP 195, ODP 526, OTG 761

5. Kota Malang : 69 pasien positif Corona, 26 pasien sembuh, 4 pasien meninggal dunia
PDP 266, ODP 922, OTG 475

6. Kabupaten Probolinggo : 116 pasien positif COVID-19, 81 sembuh, 2 pasien meninggal dunia
PDP 62, ODP 479, OTG 1.198

7. Kabupaten Kediri : 159 pasien positif Corona, 11 pasien sembuh, 9 pasien meninggal dunia
PDP 194, ODP 972, OTG 1.449

8. Kabupaten Pasuruan : 102 pasien positif COVID-19, 39 pasien sembuh, 8 pasien meninggal dunia
PDP 169, ODP 278, OTG 228

9. Kabupaten Bangkalan : 61 pasien positif COVID-19, 12 pasien sembuh, 6 pasien meninggal dunia
PDP 32, ODP 953, OTG 812



10. Kota Kediri : 52 pasien positif COVID-19, 7 sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 35, ODP 333, OTG 440

11. Kabupaten Pacitan : 16 pasien positif COVID-19, 3 pasien sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 18, ODP 615, OTG 514

12. Kabupaten Malang : 102 pasien positif COVID-19, 35 sembuh, 17 pasien meninggal dunia
PDP 326, ODP 484, OTG 301

13. Kabupaten Situbondo : 68 pasien positif COVID-19, 11 sembuh, 3 pasien meninggal dunia
PDP 45, ODP 435, OTG 527

14. Kabupaten Bojonegoro: 63 pasien positif COVID-19, 13 pasien sembuh, 11 pasien meninggal dunia
PDP 23, ODP 253, OTG 368

15. Kabupaten Ponorogo : 33 pasien positif COVID-19, 20 pasien sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 51, ODP 445, OTG 233

16. Kabupaten Jombang : 93 pasien positif COVID-19, 13 pasien sembuh, 5 pasien meninggal dunia
PDP 47, ODP 657, OTG 500

17. Kota Blitar : 3 pasien positif COVID-19, 2 sembuh, tidak ada pasien yang meninggal dunia
PDP 7, ODP 209, OTG, 93

18. Kabupaten Jember : 60 pasien positif COVID-19, 11 pasien sembuh, 3 pasien meninggal dunia
PDP 188, ODP 1.282, OTG 1.004

19. Kabupaten Sampang : 55 pasien positif COVID-19, 10 pasien sembuh, 1 pasien meninggal
PDP 16, ODP 502, OTG 85

20. Kabupaten Nganjuk : 33 pasien positif COVID-19, 24 sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 92, ODP 96, OTG 1.007

21. Kabupaten Blitar : 10 pasien positif COVID-19, sembuh 6, meninggal dunia 3
PDP 53, ODP 946, OTG 247

22. Kabupaten Tuban : 55 pasien positif COVID-19, 9 sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 70, ODP 636, OTG 628

23. Kabupaten Madiun : 33 pasien positif COVID-19, 18 sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 57, ODP 342, OTG 809

24. Kabupaten Trenggalek : 13 pasien positif COVID-19, 7 sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 31, ODP 888, OTG 170

25. Kabupaten Banyuwangi : 10 pasien positif COVID-19, 4 sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 38, ODP 862, OTG 157

26. Kota Mojokerto : 20 pasien positif COVID-19, 2 pasien sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 12, ODP 510, OTG 53

27. Kabupaten Tulungagung: 66 pasien positif COVID-19, 40 pasien sembuh, 1 meninggal
PDP 636, ODP 1.292, OTG 793

28. Kabupaten Pamekasan : 45 pasien positif Corona, 9 sembuh, 9 pasien meninggal dunia
PDP 69, ODP 480, OTG 460

29. Kabupaten Ngawi : 13 kasus positif Corona, 7 sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 39, ODP 333, OTG 375

30. Kabupaten Magetan : 85 pasien positif COVID-19, 56 sembuh, 3 meninggal
PDP 81, ODP 335, OTG 170

31. Kota Pasuruan : 24 pasien positif COVID-19, 13 sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 11, ODP 113, OTG 116

32. Kabupaten Mojokerto : 51 pasien positif COVID-19, 5 sembuh, 3 meninggal dunia
PDP 95, ODP 563, 90 OTG

33. Kota Madiun : 5 pasien positif COVID-19, 3 pasien sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 18, ODP 69, OTG 123

34. Kabupaten Bondowoso : 18 pasien positif COVID-19, 4 sembuh, tidak ada yang meninggal
PDP 10, ODP 1.063, OTG 138

35. Kabupaten Sumenep : 16 pasien positif COVID-19, 4 sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 10, ODP 345, OTG 35

36. Kota Batu : 38 pasien positif COVID-19, 3 sembuh, 2 pasien meninggal dunia
PDP 79, ODP 301, OTG 287

37. Kabupaten Lumajang: 46 kasus positif COVID-19, 28 sembuh, 4 meninggal
PDP 102, ODP 389, OTG 478

38. Kota Probolinggo : 21 pasien positif COVID-19, 14 sembuh, 1.pasien meninggal dunia
PDP 24, ODP 333, OTG 458

39. Anak buah kapal : 19 konfirmasi positif COVID-19

40. Verifikasi domisili: 28 pasien positif COVID-19

41. Verifikasi mobil PCR BIN Surabaya : 15 pasien positif COVID-19.#nur_cgo
 
Sumber,berita Indonesia
Share:

Khofifah Bersyukur, Angka Kesembuhan Covid-19 di Jawa Timur Meningkat

Khofifah Bersyukur, Angka Kesembuhan Covid-19 di Jawa Timur Meningkat

"Kembali kita ucapkan alhamdulillah, alhamdulillah atas terus meningkatnya jumlah pasien covid-19 Jawa Timur yang dinyatakan sembuh," ucap Khofifah.
Caping Gunung Indonesia - Recovery rate atau tingkat kesembuhan pasien covid-19 Jawa Timur terus meningkat. Per hari ini, Kamis (4/6), recovery rate Jawa Timur mencapai 1.207 orang atau setara 22,33 persen. Angka ini menjadi capaian recovery rate tertinggi Jatim dalam sebulan terakhir.

Kenaikan persentase kesembuhan pasien covid-19 Jatim ini didukung dari terus melonjaknya angka pasien positif yang dinyatakan sembuh dalam sepekan terakhir.

Dalam dua hari terakhir jumlah pasien covid-19 Jatim yang dinyatakan sembuh berturut turut adalah 100 orang, 292 orang dan ditambah hari ini jumlah pasien covid-19 yang dinyatakan terkonversi negatif dalam dua kali swab ada sebanyak 116 orang.Sehingga hingga hari ini ada sebanyak 1.207 orang pasien positif covid-19 Jatim yang dinyatakan sembuh dari total 5.406 total kasus yang ada.

Terus meningkatnya recovery rate pasien covid-19 Jatim ini disyukuri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Kamis (4/6) malam, ia mengatakan bahwa ini adalah capaian yang harus kita syukuri bersama.

"Kembali kita ucapkan alhamdulillah, alhamdulillah atas terus meningkatnya jumlah pasien covid-19 Jawa Timur yang dinyatakan sembuh," ucap Khofifah.

"Ini tentunya tak lepas dari perjuangan, dedikasi, dan juga pengorbanan para tenaga medis kita yang menangani pasien covid-19 dengan dedikasi dan pengorbanan yang luar biasa, maka kami atas nama warga Jawa Timur mengucapkan terima kasih pada para tenaga medis yang tak lelah berjuang," imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini bahwa tambahan 116 pasien covid-19 yang sembuh hari ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Yaitu dari Kota Surabaya sebanyak 70 orang, 3 dari Kota Pasuruan, 1 dari Kabupaten Lumajang, 2 dari Kabupaten Lamongan, 4 dari Kabupaten Gresik, 10 dari Kabupaten Pasuruan, 1 dari Kabupaten Sidoarjo, 2 dari Kabupaten Malang, 1 dari Kabupaten Tuban, 1 dari Kota Malang, 8 dari Kabupaten Madiun, 5 dari Kabupaten Probolinggo, 2 dari Kabupaten Bojonegoro, dan 6 dari Kabupaten Sampang.

"Semoga capaian ini menjadi optimisme juga bagi para pasien untuk terus sembuh. Dan kami kembali mengingatkan bahwa kita akan menyelenggarakan aksi sosial donor plasma darah bagi pasien covid-19 yang sudah sembuh agar bisa membantu pasien lain yang kondisinya berat hingga sangat berat," tegas Khofifah.

Di sisi lain per hari ini ada tambahan sebanyak 123 kasus terkonfirmasi positif covid-19 baru di Jawa Timur. Sehingga total jumlah kasus covid-19 Jatim ada sebanyak 5.406 kasus. Dengan total yang masih dalam perawatan ada sebanyak 3.724 orang.

Sedangkan untuk tambahan kasus yang meninggal per hari ini ada sebanyak 10 orang. Sehingga jumlah pasien covid-19 Jatim yang meninggal ada sebanyak 447 orang atau setara dengan 8,27 persen.

Di sisi lain update jumlah PDP Jatim per hari ini ada sebanyak 7.009 kasus dengan yang masih dalam pengawasan sebanyak 3.294 orang. Dan untuk ODP ada sebanyak 25.173 kasus dengan yang masih dipantau ada sebanyak 3.490 orang.

"Yang juga harus menjadi perhatian adalah jumlah kasus OTG Jatim per hari ini ada sebanyak 19.366 orang. Padahal saat ini OTG memiliki potensi terkonfirmasi positif covid-19 sebesar 35 persen," tegas Khofifah.Guna memperbanyak deteksi kasus covid-19 dari OTG dan PDP, maka mulai besok Pemprov Jatim juga akan menggelar tes massal untuk rapid test, swab test dan swab.

Tes massal itu akan dilakukan Tim Covid-19 Hunter yang sengaja dibentuk guna mendeteksi sebanyak banyaknya warga masyarakat yang terindikasi positif covid-19 tanpa gejala.

"Tim ini akan mulai berjalan besok di lima daerah yaitu di Sidoarjo, Kediri, Tulungagung, Gresik dan juga Bangkalan. Yang kemudian juga akan dilanjutkan di Nganjuk, Lamongan Madiun, Jember dan Probolinggo," kata Khofifah.

Daerah-daerah tersebut dipilih karena di sana jumlah PDP dan OTG nya mencapai lebih dari 50 persen. Dengan bekerja sama dengan kabupaten kota setempat, siapa saja yang akan mengikuti tes masal akan ditentukan oleh kabupaten kota setempat.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek


Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek
Wisata bersama IGTKI Kecamatan Trenggalek
setelah dirasa sudah cukup akhirnya kami melakukan perjalanan kembali untuk kembali ke Trenggalek, di sepanjang perjalanan kami ditemani dengan rintik hujan dan kemacetan yang cukup panjang mungkin karena memang itu tepat hari Minggu.
Caping Gunung Indonesia - Masih dalam suasana Perjalanan wisata ke JatimPark 3 Malang Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek. Perjalanan wisata ini diikuti oleh sebagian besar anggota IGTKI Kecamatan Trenggalek. Perjalanan ini kurang lebih memakan waktu sekitar 6 jam, agar tidak bosan di sepanjang perjalanan kami mengisi waktu dengan menyanyi bersama lagu-lagu kenangan.
Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek
Suasana di dalam bis bersama Bapak Mulyanto
Sekitar pukul 11.55 kami tiba di JatimPark 3, tidak lupa seluruh anggota IGTKI Kecamatan Trenggalek ber swafoto bersama tepat di depan Pintu masuk Jatimpark 3. Setelah semua anggota mendapat tiket masuk, kita harus antri terlebih dahulu dikarenakan Dino Mall dibuka pada pukul 12.00.

Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek
Keseruan kami di bus 2
Terik matahari tidak menyurutkan semangat anggota IGTKI dan pada akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 12.00. Semua rasa lelah terbayarkan setelah memasuki Dino Mall, ternyata disana banyak replika dinosaurus dan banyak pengetahuan tentang Dinosaurus yang mungkin belum kami ketahui. Setelah selesai melihat replika dinosaurus kami ke bawah untuk antri menaiki kereta pertunjukkan kehidupan dari masa Dinosaurus, mulai awal peradaban sampai masa setelah kepunahan. Kami antri cukup lama karena banyaknya pengunjung di hari weekend.
Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek
Sambil menunggu antrian, Selfie bersama Ibu Sumini dan Ibu Perwati
Setelah itu kami ke rute selanjutnya yaitu ke Zaman Permian, Triassic, Jurassic, Cretaceous dan Zaman Ice Age yang menjadi zaman terakhir dinosaurus tidak dapat bertahan hidup di suhu dingin yang ekstrim.Disana juga di sediakan fasilitas berupa sepeda listrik jika kita ingin berkeliling di JatimPark 3.

Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek
Selfie bersama Fosil dinosaurus
Walau disana sempat di guyur hujan, dan kita harus memakai payung maupun jas hujan akan tetapi tidak menyurutkan semangat kami semua untuk terus menjelajahi area Wisata JatimPark 3.

Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek
Ketika Bapak Mulyanto Berfoto di Negara Jepang
Cukup lama kami menjelajahi JatimPark 3dan hujan semakin deras sehingga kita beristirahat dan melakukan ibadah sholat. Ada juga yang menikmati makanan di Food Court yang sudah disediakan oleh pihak JatimPark 3.
Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek
Lelah jalan-jalan Rebahan disini dulu

Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 waktunya kami kembali ke bus masing-masing, setelah dirasa semua sudah berkumpul dengan ditemani hujan gerimis akhirnya kami seluruh anggota IGTKI melakukan perjalanan pulang ke Trenggalek. Akan tetapi tidak lupa kami membeli oleh-oleh dulu untuk keluarga yang ada di rumah.
Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek
Ketika pak samsul bersama ibu-ibu pergi ke Cina

setelah dirasa sudah cukup akhirnya kami melakukan perjalanan kembali untuk kembali ke Trenggalek, di sepanjang perjalanan kami ditemani dengan rintik hujan dan kemacetan yang cukup panjang mungkin karena memang itu tepat hari Minggu.

Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek
Tidak lupa berfoto dengan dinosaurus bersama Ibu Erna, Ibu Perwati dan Ibu Sumini

Untuk menghilangkan rasa bosan di sepanjang kemacetan banyak yang berkaraoke dan ada juga yang tidur mungkin karena lelah berkeliling JatimPark 3.

Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek
Terbang ke negeri Cina Dulu

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 23.00 dan seluruh anggota IGTKI Kecamatan Trenggalek yang mengikuti perjalanan wisata ke JatimPark 3 sudah sampai lagi ke Trenggalek dengan keadaan selamat dan dapat berkumpul lagi dengan keluarga di rumah.

Wisata Bersama Keluarga Besar IGTKI Kecamatan Trenggalek
Diamanapun berada, Trenggalek selalu meroket

Tidak lupa juga kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang sudah ikut berpartisipasi dalam rangka perjalanan wisata ke JatimPark 3 sehingga dapat berjalan dengan lancar#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Hujan Deras, Rumah Salah Satu Warga Di Trenggalek Terkena Longsor

Hujan Deras, Rumah Salah Satu Warga Di Trenggalek Terkena Longsor

 "Kondisi rumah warga di Trenggalek terutama di kawasan pegunungan memang banyak yang berada di dekat tebing, sehingga rentan terdampak longsor," ujarnya.
Caping Gunung Indonesia - Hujan deras yang terjadi selama lebih dari 2 jam memicu bencana longsor di Trenggalek. Tiga rumah dilaporkan jebol akibat terjangan material longsor.Kasubbag Dokpim Setda Trenggalek Beny Wijaya, mengatakan longsor terjadi di tiga titik di Kecamatan Bendungan. Yakni, rumah milik Suwito di Dusun Kacangan, Desa Sumurup, rumah milik Sidik di Dusun Pule, Desa Sumurup dan rumah Nyamin di Desa Dompyong.
"Kondisinya rata-rata temboknya mengalami jebol. Namun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," kata Benny Wijaya saat dikonfirmasi, Senin (17/2/2020).
Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi pada Minggu (16/2/2020) sore, saat itu wilayah Kecamatan Bendungan sempat terjadi hujan deras selama lebih dari dua jam. Tingginya intensitas hujan mengakibatkan tebing yang ada di samping rumah para korban menjadi labil dan ambrol.

"Kondisi rumah warga di Trenggalek terutama di kawasan pegunungan memang banyak yang berada di dekat tebing, sehingga rentan terdampak longsor," ujarnya.
Pagi ini masyarakat sekitar . Tbersama TRC BPBD Trenggalek dan beberapa unsur lain bergotong-royong membersihkan material longsor yang menimpa rumah korban.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang berada di pegunungan dan rumahnya berdekatan dengan tebing untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, sebab curah hujan di Trenggalek mulai tinggi.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Inilah Tujuan Khofifah Ajak Kepala Daerah Tingkatkan Pariwisata

Inilah Tujuan Khofifah Ajak Kepala Daerah Tingkatkan Pariwisata

Gubernur Khofifah mengatakan beberapa infrastruktur yang harus ditingkatkan di antaranya adalah di Pulau Gili Iyang yang membutuhkan tambahan dermaga dan kapal cepat, sebagai akses wisatawan ke lokasi wisata yang terkenal dengan oksigen terbaik kedua di dunia tersebut.
Caping Gunung Indonesia - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh bupati/walikota serta pelaku industri pariwisata di Jatim untuk meningkatkan perhatian di sektor pariwisata. Tujuannya, agar Jatim menjadi tujuan utama wisata para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

"Kita semua harus punya tekad dan komitmen yang kuat untuk memajukan sektor pariwisata sesuai potensi daerah masing- masing. Pertama harus ada komitmen kolektif seluruh aparatur di kabupaten/ kota untuk mengembangkan sektor wisata di daerahnya. Kedua kordinasi stakeholder strategis agar terjadi sinergi yang kuat. Ketiga butuh investasi khususnya menyiapkan infrastruktur yang bisa memberikan layanan yang lebih baik, menyenangkan, aman, dan membahagiakan bagi seluruh wisatawan," tegas Gubernur Khofifah saat membuka East Java Culture and Tourism Award 2019 di Hotel Harris Surabaya, Jumat (7/12) malam.

Gubernur Khofifah mengatakan beberapa infrastruktur yang harus ditingkatkan di antaranya adalah di Pulau Gili Iyang yang membutuhkan tambahan dermaga dan kapal cepat, sebagai akses wisatawan ke lokasi wisata yang terkenal dengan oksigen terbaik kedua di dunia tersebut.

Kemudian, di Gunung Bromo, juga dibutuhkan penambahan fasilitas MCK, khususnya di kawasan penanjakan. Serta pembangunan fasilitas shelter sekaligus musala agar bisa digunakan oleh para wisatawan yang ingin menunaikan ibadah salat subuh, usai mereka menikmati pemandangan sunrise. serta di tempat-tempat lain yang memiliki potensi yang luar biasa untuk digarap bersama.

"Saya yakin komitmen kepala daerah pasti sama ingin memajukan daerahnya dan menyejahterakan masyarakatnya lewat sektor pariwisata karena sektor ini dapat membangkitkan beberapa sektor ekonomi lainnya yang bersentuhan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Khofifah.

Pentingnya membangun infrastruktur pariwisata, imbuh Khofifah, karena salah satu pekerjaan rumah (PR) Jatim adalah bagaimana para wisatawan yang datang bisa tinggal lebih lama di Jatim dan punya pilihan destinasi wisata tambahan. Misalnya gunung plus budaya, pantai plus busana, dan sebagainya. Inilah pentingnya sinergitas antar daerah dan antar pelaku industri pariwisata serta budayawan dan seniman. "Jadi, kita harus bisa menyiapkan daya tarik kunjungan wisata untuk tinggal lebih lama di Jawa Timur, khususnya bagi wisatawan Eropa yang rata-rata menghabiskan waktu 14 hari di Indonesia; yaitu 2 hari di Borobudur, 2 hari di Jawa Timur, 10 hari di Bali. Kita upayakan mereka bisa tinggal di Jatim lebih lama, misalnya dari dua hari menjadi 4 hari, mereka ke Bromo plus Malang , ke kawah Ijen plus pantai dan seterusnya," kata Khofifah.

Jawa Timur ini dianugerahi tempat-tempat wisata yang luar biasa, bahkan termasuk langka di dunia. Di antaranya adalah wisata api biru atau blue fire di kawah Gunung Ijen yang hanya ada dua di dunia, salah satunya di Kawah Ijen. Begitu pula oksigen terbaik di dunia hanya ada dua, salah satunya di Gili Iyang Sumenep.

Pantai yang sangat indah di pacitan serta ada sungai Maroon di Pacitan yang persis sungai Amazon, di Banyuwangi dan Malang Raya apalagi, begitu daerah lainnya. Semua obyek wisata tersebut merupakan tempat-tempat terbaik yang ada di Indonesia bahkan didunia.

Selain penambahan infrastruktur dan tenaga terampil, Khofifah yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini juga mendorong para bupati/walikota untuk mengembangkan wisata budaya. Sehingga, setelah wisatawan menikmati obyek wisata alam, mereka bisa tinggal lebih lama untuk menikmati suguhan wisata budaya, misalnya festival budaya, teater atau tari tradisional.

"Sebagian besar pasti pernah menonton pertunjukan Broadway, sebuah tontonan yang tiap malam dipertunjukkan tetapi bisa berjalan sampai belasan tahun, dan selalu penuh dengan harga tiket yang tidak murah. Hari ini kita butuh tenaga terampil, kreatif dengan teknologi pertunjukan yang modern , kita harus sudah menyiapkan suguhan budaya semacam Broadway di New York untuk kita tampilkan di Jawa Timur. Kita punya sejarah kerajaan besar seperti kerajaan Majapahit dan sebagainya yang bisa menjadi sumber referensi cerita. Menyinergikan wisata alam dan budaya, bisa dikemas untuk dipromosikan menjadi gravitasi wisata baik nasional maupun internasional," tegas Khofifah.

Orang nomor satu di Jatim ini optimis, upaya-upaya tersebut bisa terwujud, asalkan seluruh kepala daerah, pelaku dunia industri pariwisata, akademisi, budayawan dan seniman, memiliki komitmen yang kuat untuk membangun dan mempromosikan pariwisata di Jatim. Ditambah lagi, dengan penyiapan tenaga trampil dan teknologi modern untuk memaksimalkan pelayanan wisata kita .

"Saya rasa ini akan menjadi sinergitas yang luar biasa. Ditambah dengan komitmen para bupati /walikota saya rasa Insyaallah Jawa Timur bisa," pungkas Khofifah.Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Sinarto mengatakan, tujuan penyelenggaraan East Java Culture and Tourism 2019 ini adalah memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para kreator, dan pemerintah kabupaten/kota yang berkomitmen terhadap pembangunan kebudayaan dan pariwisata.

Ditambahkan Sinarto, event budaya dan pariwisata telah menjadi magnet tersendiri bagi peningkatan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Karena itu, pihaknya telah menyusun kalender event budaya dan pariwisata di Jawa Timur pada tahun 2020.

Event-event tersebut, imbuh Sinarto, kalender wisata yang akan didistribusikan ke industri pariwisata ini memuat festival, upacara tradisi, keagamaan, pergelaran kesenian dan lainnya. Seluruh event ini diharapkan mampu digarap secara profesional dan promosinya juga maksimal, sehingga dapat menjadi salah satu sumber peningkatan kunjungan wisatawan.

Dalam acara ini, Gubernur Khofifah berkesempatan menyerahkan berbagai penghargaan Anugerah Kebudayaan Pariwisata Jatim, kepada kepala daerah yang berprestasi dalam bidang pariwisata dan budaya.

Yakni untuk Kategori Daya Tarik Wisata Alam, diberikan kepada Kabupaten Situbondo (Juara I), Kab. Sumenep (Juara II), dan Kab. Pacitan (Juara III). Kemudian, Kategori Daya Tarik Wisata Budaya kepada Kab. Banyuwangi (Juara I), Kab. Ponorogo (Juara II), dan Kab. Malang (Juara III).

Selanjutnya, kategori Daya Tarik Wisata Buatan, kepada Kota Batu (Juara I), Kab. Ngawi (Juara II), dan Kab. Trenggalek (Juara III). Lalu, kategori 3 Besar Jatim Spekta Night Carnival diberikan kepada Kab. Blitar, Kab. Jember, dan Kab. Sidoarjo. Adapun penghargaan Green Hotel diberikan kepada Hotel Grand Mirama, Hotel JW Marriott, dan juga shangri-la Hotel

Hadir dalam kesempatan ini, Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, para kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, para bupati/walikota se-Jatim, para kepala dinas kebudayaan dan pariwisata se-Jatim, ketua PHRI Jatim, serta seluruh budayawan dan seniman se-Jawa Timur.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Razia Penghuni Kos Pagi Hari, Penghuni Kamar Syok!

 Razia Penghuni Kos Pagi Hari, Penghuni Kamar Syok!


" Jumlah orangnya 14 laki dan perempuan. rata- rata bekerja sebagai pemandu lagu dari luar Tulungagung ," terang Nindya yang sering disapa Genot.
Caping Gunung Indonesia - Pemandu lagu yang terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung di tempat kos, Senin (4/11/2019) pagi mengaku kaget dengan datangnya petugas .

Mereka terjaring ketika berduaan bersama pasangannya di dalam kamar kos dan sedang tidur pulas.

Menurut keterangan Kasi Publikasi dan Informasi Satpol PP Tulungagung Anindya Putra, razia tersebut sengaja dilakukan pagi , agar mereka tidak keburu keluar . Selain itu operasi kost akan dilakukan rutin, sehubungan banyaknya informasi yang menyebutkan bahwa banyak tempat kos yang dipergunakan untuk tempat mesum.

Razia yang dilakukan pagi hari di salah satu rumah kost Kelurahan Kampungdalem bisa dikatakan efektif.Hal itu bisa dilihat dari jumlah pasangan yang terjaring.

" Jumlah orangnya 14 laki dan perempuan. rata- rata bekerja sebagai pemandu lagu dari luar Tulungagung ," terang Nindya yang sering disapa Genot.

Di sana anggota Sat Pol PP juga menemukan Pasangan diduga bukan Suami Istri yang kabur dengan memutar balik motor saat mengetahui kedatangan petugas.

" Tampaknya masih banyak yang kabur , artinya ditempat kost memang banyak digunakan untuk pasangan diduga bukan suami istri ," tegas Genot. Saat ini , masih menurut Genot semua yang terkena razia baru akan dipulangkan setelah membuat pernyataan dan akan mendapatkan peringatan tertulis.
.
“Untuk mereka akan diberikan pembinaan terlebih dulu dan mereka diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya,”#nur_cgo

Sumber, berita Indonesia
Share:

Jelang HUT TNI, Polisi Trenggalek Beri Layanan SIM Gratis


Jelang HUT TNI, Polisi Trenggalek Beri Layanan SIM Gratis

Caping Gunung Indonesia - Jelang HUT ke-74 TNI, polisi memberikan pelayanan perpanjangan SIM gratis dan pengecekan kesehatan di jajaran Kodim 0806 Trenggalek.

"Perpanjangan SIM gratis ini kami berlakukan untuk anggota Kodim Trenggalek. Selain itu kami juga akan memberikan hadiah bagi keluarga Kodim yang berulang tahun pada tanggal 5 Oktober, tapi kami menunggu, ada atau enggak," kata Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak saat dikonfirmasi, Jumat (4/10/2019).

Selain memberikan pelayanan, polisi juga memberi kejutan berupa kue ulang tahun. Kemeriahan langsung terasa saat rombongan Polres Trenggalek tiba di Makodim 0806. Komandan Kodim Trenggalek Letkol Inf Dodik Novianto beserta sejumlah anggotanya memberikan sambutan hangat kepada Kapolres AKBP Jean Calvijn Simanjuntak dan jajarannya.

Nyanyian selamat ulang tahun kompak disuarakan aparat dari kedua institusi. Usai melakukan pemotongan kue ulang tahun, kapolres dan dandim saling memberikan suapan kue ultah.

"Kami percaya dengan sinergitas TNI/Polri negara akan aman khususnya di Kabupaten Trenggalek," tambah kapolres.

Sementara Komandan Kodim 0806 Trenggalek, Letkol Inf Dodik Novianto, mengaku senang dengan perhatian yang diberikan di momen ulang tahun institusinya.

"Terima kasih sekali kejutan yang sudah diberikan oleh Pak Kapolres dan jajaranya, semoga sinergitas ini semakin baik. Kami minta doanya, semoga HUT ke-74, TNI tetap amanah dalam menjaga keutuhan NKRI," kata Dodik.Shelyn_cgo
Sumber.Berita Indonesia 
Share:

SENI KENDANG REOG PONOROGO


  
" ia dapat mengendang  ternyata tidak lepas dari faktor keturunan"
 Ia mengatakan, ada kebanggaan tersendiri, saat produk rumahannya itu dapat dikenal


Caping Gunung Indonesia- Keahlian Lupus pemuda dari ponorogo  dalam kesenian mengendang yang tak lagi di ragukan oleh banyak orang, ia dapat mengendang  ternyata tidak lepas dari faktor keturunan, Sebagian keluarganya termasuk kakak, dan saudaranya - saudaranya , merupakan pekerja seni. Khususnya jaranan dan reog . Karena itulah, lupus mampu menguasai dengan baik seluk beluk  kendang .
 Kini reognya  sudah kerap tampil dalam berbagai event. Misalnya menyambut tamu dari luar daerah atau pun luar negeri, acara siraman, hari jadi, berbagai perlombaan bergengsi, dan lain sebagainya.
Kecintaannya pada dunia seni kemudian  untuk memperdalam seni , ia kerap kali ikut ngendang di saat jaranan setyo among budhoyo tampil. ia di ponorogo juga membuat kendang apabila ada orang yang memesan untuk membuatkan. 
Ia mengatakan, ada kebanggaan tersendiri, saat produk rumahannya itu dapat dikenal hingga luar negeri, meski dibuat menggunakan alat - alat sederhana.
Secara tidak langsung memajukan seni budaya  ke masyarakat luas," katanya.
sumber: Puri_Cgo


Share:

SENI JARANAN SETYO AMONG BUDHOYO, JARANANE WONG TRENGGALEK



" SETYO AMONG BUDHOYO KEMBALI MENGHIBUR PARA PECINTA SENI JARANAN PADA TANGGAL 5 OKTOBER 2019 MALAM SAJA , DI DESA NGARES "


Caping Gunung Indonesia - seni jaranan setyo among budhoyo akan kembali tampil hari sabtu malam  pada tanggal 5 oktober 2019 di desa ngares.
SETYO AMONG BUDHOYO Jaranan  yang berasaldari desa ngares trenggalek, jawa timur .
setyo among budhoyo di bentuk oleh para pemuda dan pemudi dari desa ngares.
setyo among budhoyo di bentuk karena untuk melestarikan kesenian jaranan supaya tidak di ambil  negara lain. Momen yang paling dinanti sekaligus yang menjadi keunikan dari seni jaranan setyo among budhoyo  ialah ketika para penari kesurupan lantas mereka menari tanpa sadarkan diri. Hal yang lebih wow dari setyo among budhoyo adalah ketika anak anak bujang ganong yang menampilkan atraksi atraksinya dengan segala kebanyolannya . Para penari bisa kesurupan karena memang roh-roh halus “sengaja” didatangkan pada saat pertunjukkan jaranan. Selain sebagai sarana hiburan, seni jaranan juga dijadikan alat oleh masyarakat setempat untuk berkomunikasi dengan para leluhur mereka. gambuh adalah , orang yang bertugas memanggil roh-roh leluhur untuk kemudian masuk ke raga para penari. Gambuh jugalah yang nantinya menyembuhkan para penari dari kesurupan.
selain kepang dor, juga menampilkan, kucingan, macan putih, kera , bujang ganong, bantengan, dan rampak barong .
yang menari di dalam jaranan setyo among budhoyo bukan hanya orang orang dewasa namun anak anak pun juga ikut serta memeriahkan dalam pentas seni jaranan setyo among budhoyo.
setyo among budhoyo bukan hanya pentas di dalam kota trenggalek saja namun setyo among budhoyo juga biasa pentas di luar kota trenggalek, seperti di ponorogo, jombang,dsb.
jaranan setyo among budhoyo memang berbeda dari seni jaranan yang lain, ia memiliki keunikan sendiri dan bisa memikat para penonton yang melihatnya .
jaranan setyo among budhoyo bukan hanya di kenal di dalam kota trenggalek saja namun sudah banyak dikenal di kota kota lain.
seni jaranan setyo among budhoyo begitu  Mengikuti perkembangan zaman, kini dalam setyo among budhoyo  pertunjukkan seni jaranan  ini memasukkan unsur modern di dalamnya. Walaupun ada unsur modern, tetap saja jaranan   setyo among budhoyo  tidak meninggalkan hakekat aslinya. Dalam pertunjukkannya musik tradisional dipadupadankan dengan musik dangdut. Adanya musik dangdut inilah yang membuat masyarakat semakin tertarik untuk menonton.
sumber : Puri_Cgo
Share:

Pemuda Kelutan Mempertahankan Nilai Kesenian Reog Ponorogo Dalam Kebudayaan Indonesia


"pemuda kelutan untuk mempertahankan kesenian reog ponorogo dengan 
Berlatih tarian Reog PonorogoUntuk mempertahankan nilai kesenian Reog Ponorogo dalam budaya Indonesia , dan dengan 
Berlatih gamelan-gamelan tarian Reog PonorogoBerlatih gamelan-gamelan merupakan hal yang paling seru karena dalam hal ini kita mampu mengungkapkan suasana hati dan perasaan yang ada "



Caping Gunung IndonesiaReog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh tokoh warok dan gemblak, dua tokoh yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. Dalam pertunjukkan Reog ponorogo ada beberapa tokoh yang mementaskan pertunjukkan tersebut yaitu warok, "Warok" Artinya, seseorang yang mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik. Klono Sewandono atau Raja Kelono adalah seorang raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka andalan berupa Cemeti yang sangat ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman kemana saja pergi sang Raja yang tampan dan masih muda ini selalu membawa pusaka tersebu, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh dalam Reog Ponorogo. Tokoh itu semua sangat berperan dalam penampilan Reog Ponorogo, Untuk itu kita sebagai bangsa Indonesia harus bisa mempertahankan kesenian Reog Ponorogo supaya Reog Ponorogo tetap dikenang dan di tampilkan setiap ada acara. pemuda juga ikut dalam melestarikannya , agar budayab tersebut tidak hilang atau di ambil negara lain. pemuda kelutan memiliki cara tersendiri untuk melestarikannya yaitu  dengan , 
Berlatih tarian Reog PonorogoUntuk mempertahankan nilai kesenian Reog Ponorogo dalam budaya Indonesia , dan dengan 
Berlatih gamelan-gamelan tarian Reog PonorogoBerlatih gamelan-gamelan merupakan hal yang paling seru karena dalam hal ini kita mampu mengungkapkan suasana hati dan perasaan yang ada pada diri kita, memainkan gamelan merupakan hal yang paling penting dalam suatu pementasan, karena gamelan akan mempengaruhi suasana panggung terutama dalam pertunjukkan Reog Ponorogo sangat membutuhkan gamelan dalam setiap pementasannya karena hal ini adalah yang paling menarik untuk didengarkan. 
Adanya mempertahankan nilai kesenian Reog Ponorogo dalam kebudayaan Indonesia menjadikan budaya Indonesia semakin maju dan banyak yang mengenal sehingga tidak mudah untuk negara lain merebut dari bangsa Indonesia. Kebanyakan dari negara-negara luar Indonesia seakan-akan mereka ingin merebut kekuasaan Indonesia untuk dijadikan milik mereka. Dalam hal ini peran pemuda Indonesia sangat dibutuhkan dalam mempertahankan dan mengembangkan nilai kebudayaan seperti halnya mengajak para pemuda Indonesia dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dalam kemajuan Bangsa. Setelah terselenggaranya berbagai cara untuk mempertahankan Nilai kesenian reog ponorogo 
sumber : Puri_Cgo
Share:

Mahasiswa Surabaya Gelar Aksi Demo Besar pada hari ini 26 September, Ini Alasannya


"Kami adakan konsolidasi terus menerus untuk mengetahui pihak-pihak yang turut serta dalam aksi kami ini. Estimasi peserta 8.000-10.000 orang,” tutur dia.M.Luthfi Hardiawan menuturkan, secara garis besar ada delapan isu yang ditekankan dalam aksi gabungan tersebut. Hal itu antara lain menolak RUU KUHP, UU KPK, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, mendukung RUU penghapusan kekerasan seksual (RUU PKS).




Caping Gunung Indonesia-Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Surabaya akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dalam jumlah besar pada Kamis, 26 September 2019. Sebelumnya, mahasiswa di Surabaya, Jawa Timur telah menggelar aksi demo pada Rabu kemarin  (25/9/2019) di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura.
Presiden BEM Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, M.Luthfi Hardiawan mengatakan, pihaknya baru melakukan gelar aksi demo lebih besar pada Kamis karena bertepatan dengan kamisan. Hal ini sebagai salah satu penggambaran duka mahasiswa atas apa yang terjadi di Indonesia dan merupakan hasil kesepakatan bersama.
Luthfi mengatakan, pihaknya juga akan terus berkonsolidasi sehingga aksi tersebut tidak disusupi oleh pihak-pihak lain yang tak bertanggung jawab. Dalam aksi demo pada Kamis pekan ini, ribuan mahasiswa akan ikuti aksi unjuk rasa.
"Kami adakan konsolidasi terus menerus untuk mengetahui pihak-pihak yang turut serta dalam aksi kami ini. Estimasi peserta 8.000-10.000 orang,” tutur dia.M.Luthfi Hardiawan menuturkan, secara garis besar ada delapan isu yang ditekankan dalam aksi gabungan tersebut. Hal itu antara lain menolak RUU KUHP, UU KPK, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, mendukung RUU penghapusan kekerasan seksual (RUU PKS).
Selain itu, menolak dwifungsi aparat, menyelesaikan kebakaran hutan dan lahan serta menolak represifitas aparat atas kemanusiaan di Papua.
Aksi gabungan ini akan diikuti sejumlah BEM se-Surabaya. "Sejauh ini yang sudah fix dari Unair, UINSA, Ubhara, PPNS PENS, dan masih masih banyak. Ia menambahkan, tuntutan ini juga berkaitan dengan proses sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang kilat dan pasal-pasal yang dirasa sangat aneh.
Sebelumnya, mahasiswa telah menggelar demo pada Rabu kemarin , 25 September 2019 di depan gedung DPRD Jawa Timur. Dalam aksi demo tersebut, mahasiswa tiba sekitar jam 11.00 di Jalan Indrapura. Saat aksi unjuk rasa itu, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan.  Tuntutan itu antara lain menolak RUU KUHP, pembatalan UU KPK. Saat demo itu, Ketua Sementara DPRD Jatim Kusnadi pun menemui mahasiswa. Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Jatim) menerjunkan sebanyak 700 personel untuk mengamankan aksi demonstasi mahasiswa menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di Surabaya, Jawa Timur.
"Ada 700 personel untuk hari ini. Ada beberapa anggota di Malang, saya siapkan juga. Memang Malang dan Surabaya ini menjadi atensi khusus,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di depan Gedung DPRD Jatim di Surabaya, Ia menuturkan, kedatangannya ke Gedung DPRD Jatim untuk mengecek ulang kesiapan dan kelengkapan anggotanya. Terutama mengecek penggunana senjata oleh anggotanya.
“Kami cek tadi satu per satu, bagaimana cara penggunaannya. Kapan saat menggunakan gas air mata dan kami cek tidak ada yang membawa senjata, baik itu karena maupun tajam,” ujar dia.
Selain itu, pihaknya juga mengecek kondisi psikologi dan kesehatan dari anggota yang diterjunkan untuk mengawal aksi mahasiswa. Hal ini dilakukan agar emosi polisi tidak mudah terpancing.
“Ini untuk meyakinkan mereka polisi psikologisnya harus betul-betul siap, siap dalam artian tidak terpancing emosional. Dan kami sudah perintahkan anggota provos, untuk semua mengawasi anggota yang memang melaksanakan pengawasan, jangan sampai nanti mahasiswanya, peserta demonya tertib, anggota saya tidak tertib atau mungkin sebaliknya,” ujar dia.
Polda Jatim menuturkan, akan mengawal mahasiswa hingga dapat menyampaikan aspirasi dengan baik. Akan tetapi, Luki mengimbau mahasiswa untuk melakukan aksi sesuai aturan yang ada.
Ia berharap unjuk rasa dilakukan dengan tertib agar tidak hal yang tidak diinginkan. Hal ini menunjukkan Jawa Timur adalah cinta damai.
“Alhamdullilah kemarin dari beberapa kota kita bisa melihat tidak ada anarkis, masyarakat Jawa Timur cinta kedamaian. Masyarakat Jawa Timur terkenal dengan guyp dan rukunnya,” ujar dia.
Polda Jatim juga akan menyiapkan pasukan Asmaul Husna dengan mengedepankan polisi wanita pada aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jatim pada hari ini  Kamis 26 September 2019.
Puri_Cgo
Share:

Kekeringan Merambah Wilayah Kota Trenggalek


"Kepala Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Slamet, mengatakan di desanya terdapat 129 keluarga atau 444 jiwa. Daerah yang masuk wilayah kota tersebut mengalami krisis air sejak sebulan lalu."



Caping Gunung Indonesia Bencana kekeringan yang melanda Trenggalek di 42 desa semakin luas. Bahkan kekeringan saat ini merambah sejumlah desa di wilayah kota.

Sekretaris BPBD Trenggalek Tri Puspitasari mengatakan 42 desa tersebut tersebar di 13 kecamatan. Sedangkan di wilayah kota terdapat empat desa dan kelurahan yang terdampak krisis air.

"Untuk sementara, dari 14 kecamatan itu, yang tidak mengalami kekeringan adalah Kecamatan Gandusari. Sedangkan wilayah kota yang terdampak ada empat lokasi, yakni Desa Karangsoko, Kelurahan Tamanan, Desa Parakan, dan Desa Sambirejo," kata Tri Puspitasari, Rabu (25/9/2019).

Menurutnya, terkait dampak kekeringan tersebut, BPBD Trenggalek terus menggelontorkan bantuan air bersih secara bergiliran. Pihaknya memastikan anggaran APBD Trenggalek masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

"Sementara kami masih menggunakan anggaran dari APBD Trenggalek. Ini juga sedang proses pengajuan penggunaan biaya tidak terduga pada APBD. Untuk provinsi belum, tapi Pak Kalak BPBD akan menghadap ke provinsi juga," ujarnya.

Kepala Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Slamet, mengatakan di desanya terdapat 129 keluarga atau 444 jiwa. Daerah yang masuk wilayah kota tersebut mengalami krisis air sejak sebulan lalu.

"Sumur-sumur warga itu rata-rata kedalaman 12 meter, tapi untuk sekarang kondisinya kering, sehingga kami mengajukan bantuan ke BPBD," kata Slamet.

Menurutnya, bantuan air bersih dari BPBD sangat terbatas, sehingga warga harus berupaya memenuhi kebutuhan air dengan sistem swadaya.

Salah seorang warga, Dino, mengatakan warga yang berada di Dusun Sukorejo rata-rata tidak bisa lagi memanfaatkan air sumur yang ada di perkampungan, karena hampir seluruhnya mengering.

"Kalaupun ada, ya hanya untuk tambahan saja," imbuhnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso Malang, Aminuddin Al Roniri, mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.

"Sedangkan untuk musim hujan di wilayah Jatim rata-rata diperkirakan mulai terjadi pada bulan November," kata Aminuddin. 

Puri_Cgo
Share:

Definition List

Unordered List

Support