Ing Ngarsa Sung Pawarta Ing Madya Mangun Karya Tut Wuri Jaya-jaya Wijayanti

our facebook page

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Gadis Cantik dari Bandung Ini Menghilang dan Belum Ada Kabar

Gadis Cantik dari Bandung Ini Menghilang dan Belum Ada Kabar

Sebelumnya, sudah hampir satu pekan, Rosita tak bertemu dengan anak perempuannya. Gadis cantik bernama Syifa Aafiyah (18) itu meninggalkan rumah secara tiba-tiba.
Caping Gunung Indonesia - Keberadaan gadis cantik Syifa Aafiyah (18) masih misterius. Upaya orang tua mencari gadis itu belum membuahkan hasil.

Rosita, ibu Syifa mengatakan sejak kemarin berbagai upaya sudah dia lakukan. Termasuk mencari ke sejumlah apartemen di Bandung.

"Saya cari kemarin ke apartemen-apartemen, kemana mana nggak ada sama sekali," ucap Rosita via pesan singkat, Rabu (10/6/2020).



Pencarian ke sejumlah apartemen ini dilakukan Rosita atas dasar informasi dari rekan Syifa.

"Jadi ada yang lihat temannya (ke apartemen)," kata dia.Rosita mengatakan sejak pergi pekan lalu, anak semata wayangnya itu tak ada kabar sama sekali. Bahkan Syifa tak memberi kabar baik kepada orang tua maupun saudara yang lain.

"Nggak ada, menghilang begitu saja," katanya.

Rosita mengaku tak akan putus asa mencari keberadaan anaknya. Dia akan tetap mencari berdasarkan dari informasi yang masuk kepadanya.

"Akan terus cari," tuturnya.

Sebelumnya, sudah hampir satu pekan, Rosita tak bertemu dengan anak perempuannya. Gadis cantik bernama Syifa Aafiyah (18) itu meninggalkan rumah secara tiba-tiba.

Syifa meninggalkan rumahnya di Jalan Cinangka, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung pada Rabu (3/6) lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Dia pergi dengan membawa sepeda motor jenis matic.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Dispendukcapil Trenggalek Luncurkan Layanan Lewat Ojol

 Dispendukcapil Trenggalek Luncurkan Layanan Lewat Ojol

Kepala Dispendukcapil Trenggalek Suprapti, mengatakan pasukan ojol lokal tersebut ditugaskan mengantar berbagai dokumen kependudukan yang telah jadi, ke masing-masing desa pemohon. Dengan layanan antar itu, masyarakat maupun petugas desa tidak perlu datang langsung ke dispendukcapil.
Caping Gunung Indonesia - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek menggandeng ojek online (ojol) untuk memaksimalkan layanan administrasi kependudukan (aminduk) di tengah pandemi COVID-19.

Kepala Dispendukcapil Trenggalek Suprapti, mengatakan pasukan ojol lokal tersebut ditugaskan mengantar berbagai dokumen kependudukan yang telah jadi, ke masing-masing desa pemohon. Dengan layanan antar itu, masyarakat maupun petugas desa tidak perlu datang langsung ke dispendukcapil.

"Pihak tinggal menunggu dokumen diantar ke kantor desa, dan tidak perlu mengambil ke kantor. Nantinya perangkat desa tinggal menyerahkan ke warga yang mengajukan," kata Suprapti, Senin (8/6/2020).

Dia menjelaskan program layanan antar tersebut sesuai dengan arahan dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri. Sebab, dispendukcapil dilarang memberikan pelayanan yang mengumpulkan massa.

Suprapti menjelaskan, selama musim pandemi Corona ini, layanan di kantornya dilakukan pengetatan secara maksimal. Warga dilarang datang langsung ke kantor untuk mengurus adminduk, namun cukup diwakilkan ke perangkat desa. Selain itu seluruh petugas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat atau pemohon juga dilengkapi dengan pakaian hazmat dan pelindung wajah."Jadi proses pengajuannya secara kolektif oleh pemerintah desa dan selanjutnya dibawa ke dispendukcapil. Nah, warga yang boleh ke sini hanya untuk pengurusan dokumen yang sifatnya darurat, misalkan menyangkut kesehatan," ujarnya.

Setelah seluruh dokumen selesai diproses di dispendukcapil, maka pengantaran ke desa pemohon dilakukan oleh ojek online yang telah ditunjuk pemerintah daerah. Pengantaran itu hanya berlaku dari kantor Dispendukcapil Trenggalek hingga ke kantor desa.

Pemanfaatan jasa ojol itu dinilai lebih efektif dibanding dengan merekrut tenaga kerja baru. Bahkan kata dia pemerintah daerah bisa memilih layanan dari beberapa penyedia jasa pengantaran, sesuai dengan anggaran yang tersedia.

"Untuk dua bulan ini anggaran yang kami siapkan sekitar Rp 4 juta berasal dari APBD dan DAK," ujarnya.

Sementara Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, mengatakan kerjasama dengan ojol itu sebagai langkah untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mengurangi potensi penularan virus Corona.

"Dengan adanya layanan antar ini, wara-wiri masyarakat maupun petugas desa bisa dikurangi. Kemudian ini juga untuk memaksimalkan penerapan protokol kesehatan," kata Arifin.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia
Share:

Inilah Persebaran Kasus COVID-19 di Jawa Timur

 Inilah Persebaran Kasus COVID-19 di Jawa Timur

Sedangkan untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim ada 7.343 pasien dan yang masih diawasi tinggal 3.437. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 25.516 pasien dan yang masih dipantau ada 3.956 pasien. Untuk total kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 20.489.
Caping Gunung Indonesia - Kasus COVID-19 di Jawa Timur mencapai 5.940 kasus. Data terakhir hingga Minggu (7/6) malam, ada 3.876 pasien yang masih menjalani perawatan. Sedangkan, ada 1.499 pasien yang sembuh dan 502 yang meninggal dunia.

Sedangkan untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim ada 7.343 pasien dan yang masih diawasi tinggal 3.437. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 25.516 pasien dan yang masih dipantau ada 3.956 pasien. Untuk total kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 20.489.

Kasus terbanyak yakni ada di Kota Surabaya dengan total 2.945 pasien positif COVID-19. Sedangkan kasus terbanyak kedua yakni dari Sidoarjo dengan 755 pasien Corona. Untuk kabupaten dengan jumlah kasus paling sedikit yakni Kota Blitar dengan jumlah kasus 3 pasien yang positif Corona.

Sementara untuk pasien yang paling banyak sembuh yakni dari Kota Surabaya. Jumlahnya ada 812 pasien sembuh. Namun untuk wilayah dengan kematian tertinggi karena COVID-19 berada di Surabaya pula dengan 293 pasien meninggal dunia.

Berikut jumlah kasus setiap kabupaten dan kota di Jatim yang dihimpun detikcom melalui website infocovid19.jatimprov.go.id:

1. Surabaya : 2.945 pasien positif COVID-19, 812 pasien sembuh, 293 pasien meninggal dunia
PDP 3.321, ODP 3.911, OTG 3.593



2. Sidoarjo : 755 pasien positif Corona, 56 pasien sembuh, 66 pasien meninggal dunia
PDP 527, ODP 1.158, OTG 1.153

3. Gresik : 214 pasien positif COVID-19, 33 pasien sembuh, 20 pasien meninggal dunia
PDP 293, ODP 1.206, OTG 278

4. Lamongan : 130 pasien positif COVID-19, 48 pasien sembuh, 19 pasien meninggal dunia
PDP 195, ODP 526, OTG 761

5. Kota Malang : 69 pasien positif Corona, 26 pasien sembuh, 4 pasien meninggal dunia
PDP 266, ODP 922, OTG 475

6. Kabupaten Probolinggo : 116 pasien positif COVID-19, 81 sembuh, 2 pasien meninggal dunia
PDP 62, ODP 479, OTG 1.198

7. Kabupaten Kediri : 159 pasien positif Corona, 11 pasien sembuh, 9 pasien meninggal dunia
PDP 194, ODP 972, OTG 1.449

8. Kabupaten Pasuruan : 102 pasien positif COVID-19, 39 pasien sembuh, 8 pasien meninggal dunia
PDP 169, ODP 278, OTG 228

9. Kabupaten Bangkalan : 61 pasien positif COVID-19, 12 pasien sembuh, 6 pasien meninggal dunia
PDP 32, ODP 953, OTG 812



10. Kota Kediri : 52 pasien positif COVID-19, 7 sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 35, ODP 333, OTG 440

11. Kabupaten Pacitan : 16 pasien positif COVID-19, 3 pasien sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 18, ODP 615, OTG 514

12. Kabupaten Malang : 102 pasien positif COVID-19, 35 sembuh, 17 pasien meninggal dunia
PDP 326, ODP 484, OTG 301

13. Kabupaten Situbondo : 68 pasien positif COVID-19, 11 sembuh, 3 pasien meninggal dunia
PDP 45, ODP 435, OTG 527

14. Kabupaten Bojonegoro: 63 pasien positif COVID-19, 13 pasien sembuh, 11 pasien meninggal dunia
PDP 23, ODP 253, OTG 368

15. Kabupaten Ponorogo : 33 pasien positif COVID-19, 20 pasien sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 51, ODP 445, OTG 233

16. Kabupaten Jombang : 93 pasien positif COVID-19, 13 pasien sembuh, 5 pasien meninggal dunia
PDP 47, ODP 657, OTG 500

17. Kota Blitar : 3 pasien positif COVID-19, 2 sembuh, tidak ada pasien yang meninggal dunia
PDP 7, ODP 209, OTG, 93

18. Kabupaten Jember : 60 pasien positif COVID-19, 11 pasien sembuh, 3 pasien meninggal dunia
PDP 188, ODP 1.282, OTG 1.004

19. Kabupaten Sampang : 55 pasien positif COVID-19, 10 pasien sembuh, 1 pasien meninggal
PDP 16, ODP 502, OTG 85

20. Kabupaten Nganjuk : 33 pasien positif COVID-19, 24 sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 92, ODP 96, OTG 1.007

21. Kabupaten Blitar : 10 pasien positif COVID-19, sembuh 6, meninggal dunia 3
PDP 53, ODP 946, OTG 247

22. Kabupaten Tuban : 55 pasien positif COVID-19, 9 sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 70, ODP 636, OTG 628

23. Kabupaten Madiun : 33 pasien positif COVID-19, 18 sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 57, ODP 342, OTG 809

24. Kabupaten Trenggalek : 13 pasien positif COVID-19, 7 sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 31, ODP 888, OTG 170

25. Kabupaten Banyuwangi : 10 pasien positif COVID-19, 4 sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 38, ODP 862, OTG 157

26. Kota Mojokerto : 20 pasien positif COVID-19, 2 pasien sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 12, ODP 510, OTG 53

27. Kabupaten Tulungagung: 66 pasien positif COVID-19, 40 pasien sembuh, 1 meninggal
PDP 636, ODP 1.292, OTG 793

28. Kabupaten Pamekasan : 45 pasien positif Corona, 9 sembuh, 9 pasien meninggal dunia
PDP 69, ODP 480, OTG 460

29. Kabupaten Ngawi : 13 kasus positif Corona, 7 sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 39, ODP 333, OTG 375

30. Kabupaten Magetan : 85 pasien positif COVID-19, 56 sembuh, 3 meninggal
PDP 81, ODP 335, OTG 170

31. Kota Pasuruan : 24 pasien positif COVID-19, 13 sembuh, 1 pasien meninggal dunia
PDP 11, ODP 113, OTG 116

32. Kabupaten Mojokerto : 51 pasien positif COVID-19, 5 sembuh, 3 meninggal dunia
PDP 95, ODP 563, 90 OTG

33. Kota Madiun : 5 pasien positif COVID-19, 3 pasien sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 18, ODP 69, OTG 123

34. Kabupaten Bondowoso : 18 pasien positif COVID-19, 4 sembuh, tidak ada yang meninggal
PDP 10, ODP 1.063, OTG 138

35. Kabupaten Sumenep : 16 pasien positif COVID-19, 4 sembuh, tidak ada pasien meninggal dunia
PDP 10, ODP 345, OTG 35

36. Kota Batu : 38 pasien positif COVID-19, 3 sembuh, 2 pasien meninggal dunia
PDP 79, ODP 301, OTG 287

37. Kabupaten Lumajang: 46 kasus positif COVID-19, 28 sembuh, 4 meninggal
PDP 102, ODP 389, OTG 478

38. Kota Probolinggo : 21 pasien positif COVID-19, 14 sembuh, 1.pasien meninggal dunia
PDP 24, ODP 333, OTG 458

39. Anak buah kapal : 19 konfirmasi positif COVID-19

40. Verifikasi domisili: 28 pasien positif COVID-19

41. Verifikasi mobil PCR BIN Surabaya : 15 pasien positif COVID-19.#nur_cgo
 
Sumber,berita Indonesia
Share:

PSBB Surabaya Raya Berakhir Hari ini,Diteruskan atau Setop?

PSBB Surabaya Raya Berakhir Hari ini,Diteruskan atau Setop?

Caping Gunung Indonesia - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya berakhir hari ini 8 Juni 2020. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa belum memutuskan apakah PSBB Surabaya, Sidoarjo, Gresik, ini akan diperpanjang atau ini kali ini menjadi yang terakhir.

Hingga pagi ini pukul 11.00 WIB, Senin (8/6/2020) Pemprov Jatim belum menetapkan keputusan. Rencananya, keputusan diambil nanti malam. Apakah diperpanjang atau berakhir.

PSBB pertama kali dilakukan 28 April hingga 11 Mei 2020 lalu. Selanjutnya PSBB diperpanjang 12 Mei hingga 25 Mei dan diperpanjang lagi hingga 8 Juni. Terakhir, Pemprov Jatim memperpanjang PSBB mulai 28 Mei hingga 8 Juni.Kebijakan ini tak serta merta membuat pasien COVID-19 di Surabaya menurun. Justru angka pasien terinfeksi virus Corona meningkat. Terbukti banyak klaster-klaster bermunculan. 

Padahal pelanggar PSBB disebut menurun.Selain itu, bermunculan klaster-klaster lain. Seperti klaster Pasar Tradisional PPI, Pasar Simo Gunung, Pasar Simo, PGS, Pasar Kapasan.Salah satu klaster yang pertama kali muncul dan akhirnya menyebar ke kabupaten dan kota yakni klaster pelatihan haji di Asrama Haji Sukolilo. Setelah itu hal yang mengejutkan yakni klaster Sampoerna. Ratusan karyawan rapid test setelah ada salah satunya meninggal karena COVID-19. Sementara puluhan karyawan diketahui positif dan menjalani isolasid rumah sakit dan hotel.

Namun warga rupanya tak takut dan cuek dengan sanksi yang diterapkan dalam PSBB ini. Berdalih tidak bisa makan saat PSBB, warga kucing-kucingan dengan tim satgas COVID-19 warga melakukan upaya agar bisa beraktivitas dalam PSBB. Pemerintah sendiri telah menurunkan bantuan sosial (Bansos) tunai terhadap warga. Namun jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan warga.Penindakan tegas dan represif juga dilakukan. Salah satunya jika ada yang bersuhu di atas 38 derajat akan dibawa ke RS rujukan yakni RS Jiwa Menur untuk perawatan. Bahkan disita KTP-nya.

Kala itu Sekdaprov Jatim sekaligus menjadi Satuan Gugus Tugas COVID-19 Heru Tjahjono menyebut PSBB jilid 2 menunjukkan lalu lintas pengguna jalan masih ramai."Ini memasuki hari ke-5 PSBB, lalu lintas warga rata-rata masih tetap. Penurunan tidak signifikan, artinya orang yang berlalu lalang masih banyak di jalanan," kata Heru di Surabaya.

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan mengusulkan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, untuk tidak memperpanjang PSBB Surabaya Raya. Minggu malam, Risma akan melakukan rapat bersama Khofifah di Gedung Negara Grahadi."Mudah-mudahan nanti bisa diterima usulan kita sama Bu Gubernur (PSBB tidak diperpanjang)," kata Risma kepada wartawan di Gelora Bung Tomo (GBT).

Risma mengatakan, usulannya ini masih dibahas sebelum disampaikan. Namun dia berharap agar nantinya tidak ada PSBB jilid 4. Ia mengkhawatirkan soal ekonomi di Surabaya jika PSBB diperpanjang. Risma juga mempertimbangkan para karyawan di hotel, mal, restoran hingga supermarket.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto mengaku pihaknya masih menunggu penjelasan dari tim epidemiologi yang profesional mengenai situasi kurva epidemiologi di Surabaya Raya."Kita masih menunggu penjelasan juga terkait situasi perkembangan rate of transmission dan curva susceptible-infected-recovered (SIR)," jelas Emil.

Bila penjelasan tersebut sudah dipaparkan ke Pemprov Jatim, Emil menyebut akan dicocokkan dengan aturan-aturan yang berlaku.Sementara rapat yang digelar mulai Minggu (7/6) malam merupakan rapat pemaparan dan evaluasi bersama masing-masing kepala daerah di Surabaya Raya. Yakni Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Keputusan berlanjut atau tidaknya PSBB tetap ada di masing-masing daerah. Koordinator PSBB Jatim Heru Tjahjono menyebut keputusan berlanjut atau tidaknya PSBB tetap ada di masing-masing daerah. Ia menyebut, hasil rapat akan disampaikan langsung oleh gubernur.Saat ditanya apakah gubernur bisa menganulir hasil rapat? Heru menyebut gubernur tidak bisa mengintervensi PSBB berlanjut atau tidak."Tidak bisa. Semua dikembalikan ke kabupaten dan kota. Jadi gubernur sebagai mediator. Mediasi keputusan yang akan diambil," pungkasnya.
Jadi, apakah PSBB harus diperpanjang atau diakhiri? Menurut Anda?
#nurul_cgo

Sumber, Berita Indonesia
Share:

Penumpang KRL Ini Pakai Face Shield Hingga Baju Serba Parasut Untuk Cegah Corona



Caping Gunung Indonesia - Memasuki transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pekan kedua, transportasi umum seperti KRL mulai dipadati oleh para penumpang. Lantas bagaimana cara penumpang menerapkan protokol pencegahan COVID-19?

Berdasarkan pantauan detikcom, sebagian besar penumpang telah menggunakan masker serta menjaga jarak demi mencegah penularan virus Corona. Tetapi, ada satu penumpang yang cukup unik, ia menggunakan face shield dan pakaian berbahan dasar serba parasut dengan maksud agar virus Corona tidak menempel di pakaian yang dikenakannya.

"Pakai face shield ini inisiatif sendiri," ucap Wenti, pengguna KRL Jakarta-Bogor, Senin (8/6/2020).
"Contohnya lagi, ini baju kaya gini kan parasut ya. Jadi saya berpikir biar virus-virus itu tidak lengket. Jadi saya pakai semua parasut," lanjutnya.Tak hanya itu, Wenti pun membawa hand sanitizer dan baju ganti untuk dikenakannya setelah sampai di stasiun tujuannya.

"Abis turun (KRL) ini saya langsung ke kamar mandi, saya cuci semua (tangan) dan saya ganti baju," pungkasnya. #nurul_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Khofifah Bersyukur, Angka Kesembuhan Covid-19 di Jawa Timur Meningkat

Khofifah Bersyukur, Angka Kesembuhan Covid-19 di Jawa Timur Meningkat

"Kembali kita ucapkan alhamdulillah, alhamdulillah atas terus meningkatnya jumlah pasien covid-19 Jawa Timur yang dinyatakan sembuh," ucap Khofifah.
Caping Gunung Indonesia - Recovery rate atau tingkat kesembuhan pasien covid-19 Jawa Timur terus meningkat. Per hari ini, Kamis (4/6), recovery rate Jawa Timur mencapai 1.207 orang atau setara 22,33 persen. Angka ini menjadi capaian recovery rate tertinggi Jatim dalam sebulan terakhir.

Kenaikan persentase kesembuhan pasien covid-19 Jatim ini didukung dari terus melonjaknya angka pasien positif yang dinyatakan sembuh dalam sepekan terakhir.

Dalam dua hari terakhir jumlah pasien covid-19 Jatim yang dinyatakan sembuh berturut turut adalah 100 orang, 292 orang dan ditambah hari ini jumlah pasien covid-19 yang dinyatakan terkonversi negatif dalam dua kali swab ada sebanyak 116 orang.Sehingga hingga hari ini ada sebanyak 1.207 orang pasien positif covid-19 Jatim yang dinyatakan sembuh dari total 5.406 total kasus yang ada.

Terus meningkatnya recovery rate pasien covid-19 Jatim ini disyukuri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Kamis (4/6) malam, ia mengatakan bahwa ini adalah capaian yang harus kita syukuri bersama.

"Kembali kita ucapkan alhamdulillah, alhamdulillah atas terus meningkatnya jumlah pasien covid-19 Jawa Timur yang dinyatakan sembuh," ucap Khofifah.

"Ini tentunya tak lepas dari perjuangan, dedikasi, dan juga pengorbanan para tenaga medis kita yang menangani pasien covid-19 dengan dedikasi dan pengorbanan yang luar biasa, maka kami atas nama warga Jawa Timur mengucapkan terima kasih pada para tenaga medis yang tak lelah berjuang," imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini bahwa tambahan 116 pasien covid-19 yang sembuh hari ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Yaitu dari Kota Surabaya sebanyak 70 orang, 3 dari Kota Pasuruan, 1 dari Kabupaten Lumajang, 2 dari Kabupaten Lamongan, 4 dari Kabupaten Gresik, 10 dari Kabupaten Pasuruan, 1 dari Kabupaten Sidoarjo, 2 dari Kabupaten Malang, 1 dari Kabupaten Tuban, 1 dari Kota Malang, 8 dari Kabupaten Madiun, 5 dari Kabupaten Probolinggo, 2 dari Kabupaten Bojonegoro, dan 6 dari Kabupaten Sampang.

"Semoga capaian ini menjadi optimisme juga bagi para pasien untuk terus sembuh. Dan kami kembali mengingatkan bahwa kita akan menyelenggarakan aksi sosial donor plasma darah bagi pasien covid-19 yang sudah sembuh agar bisa membantu pasien lain yang kondisinya berat hingga sangat berat," tegas Khofifah.

Di sisi lain per hari ini ada tambahan sebanyak 123 kasus terkonfirmasi positif covid-19 baru di Jawa Timur. Sehingga total jumlah kasus covid-19 Jatim ada sebanyak 5.406 kasus. Dengan total yang masih dalam perawatan ada sebanyak 3.724 orang.

Sedangkan untuk tambahan kasus yang meninggal per hari ini ada sebanyak 10 orang. Sehingga jumlah pasien covid-19 Jatim yang meninggal ada sebanyak 447 orang atau setara dengan 8,27 persen.

Di sisi lain update jumlah PDP Jatim per hari ini ada sebanyak 7.009 kasus dengan yang masih dalam pengawasan sebanyak 3.294 orang. Dan untuk ODP ada sebanyak 25.173 kasus dengan yang masih dipantau ada sebanyak 3.490 orang.

"Yang juga harus menjadi perhatian adalah jumlah kasus OTG Jatim per hari ini ada sebanyak 19.366 orang. Padahal saat ini OTG memiliki potensi terkonfirmasi positif covid-19 sebesar 35 persen," tegas Khofifah.Guna memperbanyak deteksi kasus covid-19 dari OTG dan PDP, maka mulai besok Pemprov Jatim juga akan menggelar tes massal untuk rapid test, swab test dan swab.

Tes massal itu akan dilakukan Tim Covid-19 Hunter yang sengaja dibentuk guna mendeteksi sebanyak banyaknya warga masyarakat yang terindikasi positif covid-19 tanpa gejala.

"Tim ini akan mulai berjalan besok di lima daerah yaitu di Sidoarjo, Kediri, Tulungagung, Gresik dan juga Bangkalan. Yang kemudian juga akan dilanjutkan di Nganjuk, Lamongan Madiun, Jember dan Probolinggo," kata Khofifah.

Daerah-daerah tersebut dipilih karena di sana jumlah PDP dan OTG nya mencapai lebih dari 50 persen. Dengan bekerja sama dengan kabupaten kota setempat, siapa saja yang akan mengikuti tes masal akan ditentukan oleh kabupaten kota setempat.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Tata Cara Salat Jumat Berjamaah di Masa Transisi PSBB


Tata Cara Salat Jumat Berjamaah di Masa Transisi PSBB


Caping Gunung Indonesia - Memasuki masa transisi new normal di tengah pandemi Corona, Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat beberapa ketentuan terkait salat Jumat. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus Corona COVID-19.

"Komisi Fatwa rampungkan fatwa terkait penyelenggaraan salat Jumat dan jemaah untuk mencegah penularan wabah COVID, setelah dilakukan muthalaah dan pembahasan maraton tiga hari tiga malam," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'Am Sholeh dalam keterangannya.

Saf saat berjamaah harus renggang
- Meluruskan dan merapatkan saf (barisan) pada salat berjamaah merupakan keutamaan dan kesempurnaan berjamaah.

- Salat berjamaah dengan saf yang tidak lurus dan tidak rapat hukumnya tetap sah tetapi kehilangan keutamaan dan kesempurnaan jamaah.

- Untuk mencegah penularan wabah Covid-19, penerapan physical distancing saat salat jamaah dengan cara merenggangkan saf hukumnya boleh, salatnya sah dan tidak kehilangan keutamaan berjamaah karena kondisi tersebut sebagai hajat syar'iyyah. Hajat syar'iyyah merupakan suatu kebutuhan yang memenuhi ketentuan syariah.

Pelaksanaan salat Jumat
- Salat Jumat hanya boleh diselenggarakan satu kali di satu masjid pada satu kawasan.

- Untuk mencegah penularan wabah Covid-19 maka penyelenggaraan salat Jumat boleh menerapkan physical distancing dengan cara perenggangan saf.

- Jika jamaah salat Jumat tidak dapat tertampung karena adanya penerapan physical distancing, maka boleh dilakukan ta'addud al-jumu'ah (penyelenggaraan salat Jumat berbilang), dengan menyelenggarakan salat Jumat di tempat lainnya seperti musala, aula, gedung pertemuan, gedung olahraga, dan stadion.

Penggunaan masker saat salat
- Menggunakan masker yang menutup hidung saat salat hukumnya boleh dan salatnya sah karena hidung tidak termasuk anggota badan yang harus menempel pada tempat sujud saat salat.

- Menutup mulut saat salat hukumnya makruh, kecuali ada hajat syar'iyyah. Karena itu, salat dengan memakai masker karena ada hajat untuk mencegah penularan wabah Covid-19 hukumnya sah dan tidak makruh. #nurul_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Definition List

Unordered List

Support