Ing Ngarsa Sung Pawarta Ing Madya Mangun Karya Tut Wuri Jaya-jaya Wijayanti

our facebook page

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Suami Dilantik Pada 13 Februari 2019, Barang Apa Saja Yang Dibawa Arumi Bachsin?

Suami Dilantik Pada 13 Februari 2019, Barang Apa Saja Yang Dibawa Arumi Bachsin?

"Kalau persiapan pelantikan tentu baju Mas Emil dan saya sendiri. Yang paling repot sebetulnya bukan persiapan diri, tapi persiapan pindahan. Mas Emil sibuk bekerja saya yang harus jadi mandor di rumah yang harus bisa mengatur perintilan-perintilan itu yang ternyata menyita waktu,
Caping Gunung Indonesia - Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dan Arumi Bachsin sebentar lagi akan pindah dari Trenggalek ke Surabaya seiring tugas baru sebagai Wakil Gubenur Jawa Timur. Lantas apa saja persiapan boyongan yang dilakukan Arumi Bachsin.

Arumi mengatakan persiapan pindahan ke Surabaya membutuhkan waktu tersediri. Beruntung sebagian besar telah dibawa terlebih dahulu ke Surabaya pada saat musim kampanye beberapa waktu lalu.

"Kalau persiapan pelantikan tentu baju Mas Emil dan saya sendiri. Yang paling repot sebetulnya bukan persiapan diri, tapi persiapan pindahan. Mas Emil sibuk bekerja saya yang harus jadi mandor di rumah yang harus bisa mengatur perintilan-perintilan itu yang ternyata menyita waktu," kata Arumi Bachsin. Menurut Arumi, sebagian besar barang pribadinya telah terangkut ke Surabaya, karena pada musim kampanye ia dan suaminya lebih banyak beraktivitas di Surabaya. Sehingga ia memutuskan untuk memindahkan 'base camp' ke kota pahlawan.

"Waktu itu sebagian barang-barang seperti baju yang harus dipakai dan lain sebagainya sudah dicicil pindah ke Surabaya, karena ketika kita kampanye base camp-nya di Surabaya. jadi yang di sini (Trenggalek) sisanya saja, tapi ternyata masih banyak juga," imbuhnya.

Suami Emil Dardak ini menjelaskan kepindahannya bersama keluarga ke Surabaya dipastikan akan "Saya sudah bolak-balik ke Surabaya, ternyata kulturnya beda lagi, di Trenggalek biasanya halus di Surabaya agak keras, jadi butuh adaptasi lagi. Tapi saya senang karena punya pengalaman banyak," imbuhnya.

Pasangan Khofifah-Emil akan dilantik sebagai kepala daerah Jawa Timur pada 13 Februari besok di Istana Negara Jakarta. Berbagai persiapan telah dilakukan termasuk di lingkungan Pemprov Jatim. membutuhkan penyesuaian, mulai dari kebiasaan, kultur, budaya, hingga berbagai persoalan yang lain.#nur_cgo
 
Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Operasi Semeru Hasilkan 38 Tersangka Shabu Dan Pil Dobel L

Operasi Semeru Hasilkan 38 Tersangka Shabu Dan Pil Dobel L
polisi berhasil mengamankan Barang bukti sebanyak 3.081 butir pil dobel L , 24,42 gram sabu dan miras 23 btl serta uang 3.850.000 rupiah 
Caping Gunung Indonesia - Peredaran narkoba di wilayah hukum Kepolisian Resort Tulungagung kian mengkhawatirkan .

Setidaknya ada 38 tersangka berhasil diamankan Satresnarkoba dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019.


Polisi berhasil mengamankan Barang bukti sebanyak 3.081 butir pil dobel L , 24,42 gram sabu dan miras 23 btl serta uang 3.850.000 rupiah .Dalam kurun waktu 2 minggu Polres Tulungagung mengungkap 25 kasus dengan meringkus 38 orang tersangka.

Kapolres Tulungagung, AKBP TOFIK SUKENDAR Jumat (8/02 ) menjelaskan, ada 4 kasus yang merupakan target operasi (TO) dan 21 kasus non TO.

" ada beberapa Pelaku yang merupakan jaringan sindikat antar kota diantaranya Blitar dan Madiun .
Saat ini pelaku bersama barang bukti masih diamankan di mapolres Tulungagung guna menjalani proses hukum lebih lanjut ." terang Topik Sukendar.

Tersangka bakal dijerat pasal 114 ayat "1" dan pasal 112 ayat "1" UU RI No.tahun 2009 tentang Narkotika yaitu memiliki narkotika jenis SHABU dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara

Sedangkan kasus pil dobel L melanggar pasal 197 sub 196 98 UU No 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Ditinggal Anak Ke Jakarta, Laki-Laki Ini Ditemukan Meninggal


Ditinggal Anak Ke Jakarta, Laki-Laki Ini Ditemukan Meninggal

Caping Gunung Indonesia - Seorang laki-laki ditemukan meninggal dunia ditempat pembuangan sampah didepan rumahnya.


Korban diketahui bernama Slamet toha, ( 70 ) asal Dsn. Pelem, Rt.05, Rw.02, Ds. Pelem, Kec. Campurdarat, Kab. T.agung pada Rabu ( 06/02/2019 ) sekitar pukul 15.00 wib.

Kapolsek Campurdarat AKP I nengah Suteja dihubungi wartawan mengatakan, korban pertama kali diketahui meninggal dunia oleh Murkidi (65 ) saat hendak menjenguk korban yang hidup sendirian di rumahnya.

Namun saat itu korban sudah tidak ada di rumah dan Murkidi lantas mencari disekitar rumahnya.

Saksi terkejut saat didepan rumah , terlihat tubuh laki- laki tanpa celana ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

" keadaan korban terlentang tanpa celana dan hanya memakai baju saat ditemukan saksi " terang Kapolsek.

Melihat ada mayat , kemudian saksi memanggil tetangga dan selanjutnya melaporkan keperangkat desa serta Polsek Campurdarat .

" korban setiap hari hidup sendirian karena tidak memiliki istri , sementara anaknya laki- laki yang selama ini menemani sudah seminggu pergi kerja ke Jakarta dan anak perempuanya tinggal dirumah suami ." pungkas Kapolsek#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Jelang Akhir Jabatan, Pakdhe Karwo Ke Jokowi?

Jelang Akhir Jabatan, Pakdhe Karwo Ke Jokowi?

"Ya nanti, rahasia saya, rahasia. Tetapi teman-teman saya kan sudah ngumpul itu. Jadi komunitas Pakdhe kan sudah ke salah satu calon,"
Caping Gunung Indonesia - Gubernur Soekarwo sejak lama telah digadang-gadang melabuhkan dukungannya ke Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, di beberapa kesempatan, gubernur yang menjabat selama dua periode ini pun menampik hal tersebut.
Sementara itu, menjelang akhir masa jabatannya, akhirnya Pakdhe Karwo sapaan akrabnya mau sedikit memberi kisi-kisi. Meski sempat bungkam, Pakdhe Karwo akhirnya menyebut pilihannya tak jauh berbeda dengan teman-temannya. 

"Ya nanti, rahasia saya, rahasia. Tetapi teman-teman saya kan sudah ngumpul itu. Jadi komunitas Pakdhe kan sudah ke salah satu calon," kata Pakdhe Karwo saat mendatangi Seminar Nasional Pengembangan UMKM dan Workshop Menembus Pasar Digital di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis (7/3/2019).
Sebelumnya, diketahui Relawan Pakdhe Karwo (RPK) sempat merapatkan barisannya ke Jokowi-Ma'ruf. Mereka juga meresmikan Rumah Pemenangan yang bertajuk Jowo, atau Jokowi-Soekarwo yang berlokasi di Jalan Jawa, Surabaya.

Dalam peresmian tersebut, hadir pula tokoh Jatim, Martono. Diketahui, Martono merupakan orang dekat Pakdhe Karwo. Saat ditanya sedikit kisi-kisinya, Pakdhe Karwo hanya menyebut teman-temannya. 

"Lah ya itu, teman-temannya Pakdhe sudah. Teman-temannya Pakdhe, (yang poskonya) di Jawa," lanjutnya. Sedangkan saat wartawan menyimpulkan dukungan ini mengarah ke Jokowi, Pakdhe Karwo enggan menyimpulkan. Namun saat ada obrolan antara Pakdhe Karwo dan temannya, dia mengaku telah setuju.
"Saya ndak buat kesimpulan, teman-teman saya, yang jelas teman-teman saya. Dia ngobrol sama saya, saya setuju saja. Belum bisa disimpulkan ke situ (ke Jokowi)," ujar Pakdhe Karwo.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Pembobolan Bank Jatim, Akui Ada Kelemahan Di Sistem Pengamanan ATM

Pembobolan Bank Jatim, Akui Ada Kelemahan Di Sistem Pengamanan ATM

pembobolan tersebut dipastikan tidak merugikan nasabah Bank Jatim, karena pengambilan uang menggunakan ATM pribadi pelaku. "Dia kan pakai ATM BRI tadi, dia seakan-akan mau menarik (dari saldo rekening) tapi kenyataanya mengambil stok uang di ATM, jadi yang dirugikan Bank Jatim, bukan punya nasabah,"
Caping Gunung Indonesia - Pembobolan mesin ATM di wilayah Trenggalek dan sekitarnya langsung mendapat respon dari Bank Jatim selaku pemiliknya. Pihak Bank mengakui terdapat kelemahan pada sistem pengaman mesin ATM. 

Kepala Cabang Bank Jatim Trenggalek, Ari Hernawan mengatakan salah satu kelemahan pengamanan mesin ATM yang akan menjadi perhatian serius adalah piranti UPS serta pasokan daya listriknya. Karena lemahnya pengamanan tersebut mampu dimanfaatkan komplotan pelaku untuk membobol uang dalam mesin ATM. 

"Dengan (adanya) modus yang tadi sudah dijelaskan pak kapolres, kami akan mengamankan UPS, terus power listriknya dari PLN maupun di mesinnya itu. Itu yang perlu kami benahi segera," kata Ari Hernawan saat jumpa pers di Polres Trenggalek, Rabu (6/2/2019). Dia menjelaskaan, dari ketiga mesin yang didatangi kawanan pembobol ATM tersebut, yakni kantor Kas Durenan, alun-alun/Setda Trenggalek serta Pule hanya dua yang berhasil, yakni alun-alun dan Pule. Namun pihaknya mengklaim kerugian akibat aksi pembobolan tersebut hanya R p5,8 juta, hal itu berbeda dengan hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Trenggalek yang menyebut angka Rp 11 juta. 

"Tadi disebutkan Rp 11 juta, tapi kenyataannya tidak sampai 11, hanya Rp 5,8 juta. Ya itu yang berkurang (dari mesin ATM) antara fisik (uang) yang ditarik sama transaksi ada selisih," ujarnya. 

Ari mengklaim transaksi penarikan tunai yang dilakukan pelaku sebagian masih terekam dalam sistem Bank Jatim. Pihaknya mengaku aksi pembobolan tersebut dipastikan tidak merugikan nasabah Bank Jatim, karena pengambilan uang menggunakan ATM pribadi pelaku. "Dia kan pakai ATM BRI tadi, dia seakan-akan mau menarik (dari saldo rekening) tapi kenyataanya mengambil stok uang di ATM, jadi yang dirugikan Bank Jatim, bukan punya nasabah," imbuh Ari. 

Sedangkan terkait pengungkapan tindak pidana tersebut, Bank Jatim mengapresiasi kerja cepat yang dilakukan jajaran Polres Trenggalek, sehingga seluruh pelaku berhasil ditangkap.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Kasus Wabup Trenggalek, Sanksi Ada Di Mendagri

Kasus Wabup Trenggalek, Sanksi Ada Di Mendagri

"Untuk sanksi ada di Pak Mendagri. Kami sudah berkirim surat ke Pak Mendagri. Pak Mendagri yang akan mengambil keputusan. Kami hanya menjelaskan terkait pasal keluar negeri yang tidak izin," jelas Pakdhe Karwo
Caping Gunung Indonesia - Kasus bolosnya Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin lebih dari sepekan masih berlanjut. Gubernur Jawa Timur Soekarwo sudah mengirimkan surat tentang kasus itu kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

"Kami sudah mengirimkan suratnya kepada mendagri," kata Pakdhe Karwo kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Rabu (30/1/2019). Surat yang dikirim merupakan surat hasil klarifikasi yang dilakukan oleh Inspektorat kepada Arifin sendiri beberapa hari lalu. Utuk kelanjutan kasus ini, Pakdhe Karwo menyerahkan sepenuhnya kepada Mendagri. 

"Untuk sanksi ada di Pak Mendagri. Kami sudah berkirim surat ke Pak Mendagri. Pak Mendagri yang akan mengambil keputusan. Kami hanya menjelaskan terkait pasal keluar negeri yang tidak izin," jelas Pakdhe Karwo.Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin tak ngantor alias bolos lebih dari seminggu tanpa izin. Dalam penjelasannya, Arifin mengaku pergi ke Eropa atas inisiatif dan biaya sendiri.#nur_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Penemuan Benda Kuno Di Trenggalek Dari Dinasti Yuan


Penemuan Benda Kuno Di Trenggalek Dari Dinasti Yuan

Benda-benda kuno tersebut ditemukan warga Dusun Jati, Desa Gayam, Kecamatan Panggul, Trenggalek dari kawasan persawahan. Menurut warga perabot lawas tersebut ditemukan di kedalaman satu meter dari atas permukaan tanah. 

Caping Gunung Indonesia - Penemuan berbagai peralatan rumah tangga China kuno di wilayah pesisir selatan Trenggalek, berasal dari era Dinati Yuan Abad 13-14. Barang tersebut diduga dibawa para pedagang China masa kerajaan Majapahit. 
Pengkaji Pelestarian Cagar Budaya, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Nugroho Harjo Lukito, mengatakan salah satu kekhasan benda keramik China pada masa Yuan diketahui dari warna serta adanya gambar timbul di balik lapisan glasu keramik. 

"Salah satu ciri-ciri khususnya adalah gambar di bawah glasur itu, itu kan saya lihat ada gambar ikan. Itu biasanya diterapkan pada warga celadon atau krem. Sedangkan kalau warga biru dan putih hiasannya berupa lukisan," kata Nugroho saat dihubungi detikcom, Jumat (1/2/2019).


Berbagai perabot rumah tangga keramik, seperti gelas, mangkuk dan beberapa jenis lainnya merupakan peralatan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Pihaknya menduga adanya temuan berbagai benda kuno itu sebagai petunjuk jika di daerah tersebut dulunya merupakan kawasan perkampungn kuno. 

"Keberadaan barang-barang China biasanya dibawa para perantau dari yang berdagang. Kalau masanya itu pada zaman Kerajaan Majapahit. Namun untuk kepastiannya kami akan turun langsung ke lokasi guna melakukan penelitian," ujarnya. 
Nugroho menjelaskan, temuan berbagai benda-benda lain di sekitar lokaso juga semakin menguatkan prediksi adanya permukiman kuno, seperti adanya sumur kuno atau Jobong, lumpang kuno dari batu, serta berbagai pecahan-pecahan gerabah. "Ini memang menarik, karena biasanya keramik China itu ditemukan di wilayah utara atau tengah, sedangkan ini di pesisir selatan. Artinya lokasi itu berkedekatan dengan pantai atau tempat berlabuh," imbuhnya.
Sedangkan puluhan uang koin berlubang yang ditemukan dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan diidentifikasi dari tulisan dan bahan yang digunakan. 

Benda-benda kuno tersebut ditemukan warga Dusun Jati, Desa Gayam, Kecamatan Panggul, Trenggalek dari kawasan persawahan. Menurut warga perabot lawas tersebut ditemukan di kedalaman satu meter dari atas permukaan tanah. 

"Itu ditemukan oleh penggali tanah saat mencari bahan untuk batu bata. Karena saya sebagai pemilik lahan, mereka menyerahkan kepada saya," kata pemilik lahan, Sumono. 

Saat ini berbagai benda antik itu disimpan di rumah warga, sedangkan benda-benda berukuran besar seperti Jobong, lumpang atau lesung batu masih berada di area persawahan#nur_cgo


Sumber, Berita Indonesia 
Share:

Definition List

Unordered List

Support