Ing Ngarsa Sung Pawarta Ing Madya Mangun Karya Tut Wuri Jaya-jaya Wijayanti

our facebook page

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Mandi Bola Memberikan Kemampuan Motorik Kasar

Mandi Bola Memberikan Kemampuan Motorik Kasar

 mandi bola juga bisa untuk kesempatan belajar anak menendang, kemajuan ini adalah suatu kemampuan motorik kasar.
Caping Gunung Indonesia - Sudah saatnya anak umur dua tahun untuk mengembangkan kreativitasnya, Manfaat mainan bola bagi balita terutama bola untuk mandi bola sangat memberikan pengaruh yang besar bagi pertumbuhan anak diusia balita. Terutama dalam mainan yang realitis dan menyerupai barang yang biasanya di mainkan oleh orang dewasa, ini disukai oleh anak yang masih umur 2- 5 tahun. Selain itu juga anak menyukai permainan yang selalu memerlukan gerakan secara fisik dan ketangkasan untuk bermain. Sebagai kemampuan motorik kasar dan koordinasi anggota tubuh pada balita, maka berikanlah mainan bola untuk mandi bola. Karena bola merupakan salah satu mainan yang cukup favorit bagi anak, dimana pun berada dan sepanjang masa.

Bola untuk mandi bola bisa diberikan menurut usia dan kemampuannya. Ketika anak belum genap satu tahun, maka berikanlah bola berbentuk busa lembut agar tak melukai anak yang belum bisa menangkap dan melempar bola dengan baik. Semakin besar usianya, bola untuk mandi bola juga bertambah besar dan bisa terbuat dari bahan yang lebih keras seperti karet atau plastik. Adapun cara bagaimana balita untuk melempar bola. Yaitu  dengan cara mengangkat salah satu kaki dengan lutut ditekuk, kaki yang lain dipijakkan ke tanah, lalu dia melempar bola sekuat tenaga dengan menggunakan seluruh bagian lengannya. Ini merupakan peningkatan dari keterampilan melempar dengan lengan yang hanya terjulur ke depan, yang biasanya dilakukan oleh tahap usia sebelumnya sehingga bola untuk mandi bola sangat membantu perkembangannya tumbuh kembang balita.
Mandi Bola Memberikan Kemampuan Motorik Kasar

            Dalam buku The Baby Book ini menjelaskan bahwa ada nilai yang bisa kita ambil dalam bermain bola. Seperti disaat anak melambungkan bola dengan efisien, maka sang anak harus memikirkan bagaimana saat melepaskan bola, arah yang dituju, tenaga yang di keluarkan. Serta untuk bagian tubuh yang digunakan saat melempar bola, dan dari arah mana saat bola itu di lepaskan, dari atas kepala atau depan dada. Manfaat lainnya bola untuk mandi bola juga bisa untuk kesempatan belajar anak menendang, kemajuan ini adalah suatu kemampuan motorik kasar. Nah,,, kini saatnya anda sebagai orangtua ajaklah anak untuk bermain bola di luar tanah lapang agar bisa menendang dan bermain secara puas. Jadi, supaya anda aman dan tidak perlu khawatir perabot rumah pecah karena tendangan madun,heheheheheee….itulah manfaat mainan bola mandi bola bagi balita.#Lilis_cgo
Share:

Paud Pertiwi Sumbergedong Menggambar dan Mewarnai


Paud Pertiwi Sumbergedong Menggambar dan Mewarnai

Caping Gunung IndonesiaTK Pertiwi Sumbergedong (Paud) kegiatan (Trenggalek, Jumat,28/07/2017) menggambar dan mewarnai ciptaan Allah SWT seperti bintang, bulan, pohon dll. Anak - anak  berusia 0-5 tahun, ia berada pada tahap golden age (masa emas). Masa ini ialah masa dimana pertumbuhan dan perkembangan anak sedang dalam masa bagus-bagusnya. Oleh karena itu orang tua, guru, maupun teman dan lingkungan sekitarnya mengarahkan anak ke dalam berbagai kegiatan positif. Sebab melalui berbagai kegiatan positif ini anak yang sedang dalam masa golden age tadi pertumbuhan dan perkembangannya akan terarah dengan baik. Selain itu ketika masa golden age ini anak akan lebih mudah menyerap apa yang oleh orang tua, guru dan lingkungannya ajarkan. Jika orang tua dan lingkungannya mengajarkan hal-hal baik ketika ia pada masa golden age maka kebiasaan itu akan terbawa hingga ia besar. Begitu juga ketika ia banyak mendapat pengaruh negatif dari lingkungannya maka perilaku buruklah yang akan ia miliki dan kemungkinan akan terus dimiliki hingga anak dewasa. Nah salah satu kegiatan yang bisa orang tua, guru, lingkungan sekitar berikan kepada si buah hati  yang berusia 0-5 tahun yakni menggambar dan mewarnai. Sebab menggambar dan mewarnai ini memiliki beberpa manfaat untuk buah hati :

1. Sebagai Wadah Ekspresi Anak

Dengan menggambar dan mewarnai anak bisa mengekspresikan dirinya tergantung apa yang ia sukai. Bisa jadi ia hanya membentuk gambar-gambar tidak jelas dengan kombinasi berbagai warna, ataupun ia akan menggambar tokoh-tokoh maupun benda-benda yang ia sukai dan sering ia lihat. Biasanya semakin dewasa anak kemampuan menggambarnya semakin baik jika memang diasah sejak dini. 
Paud Pertiwi Sumbergedong Menggambar dan Mewarnai


2. Melatih Kelenturan Menggengam Pensil

Ketika anak sudah dibiasakan untuk menggambar ataupun mewarnai maka ia akan terlatih dalam menggengam pensil. Oleh karena itu ketika ia belajar menulis kelak di SD ia tidak akan kaku lagi. Jadi hendaknya ketika anak menggambar atau mewarnai diperhatikan cara menggenggam pensilnya apakah sudah benar atau belum.

3. Membantu mengenal warna

Pada kegiatan mewarnai gambar yang telah anak buat, secara tidak langsung ia akan belajar tentang warna. Baik itu jenisnya, maupun kegunaanya, Seperti warna gelap untuk apa dan warna terang untuk apa.

4. Melatih Kesabaran

Menggambar dan mewarnai bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu dengan kegiatan ini anak dilatih kesabarannya. Bahwa untuk menciptakan sesuatu yang bagus itu tidaklah mudah.

5. Mengasah sistem motorik

Pada saat menggambar maupun mewarnai sistem motorik anak, khususnya tangan dapat bekerja dengan baik. Melalui aktifitas ini otot-otot tangan akan bekerja dan terlatih untuk melakukan sesuatu. Sehingga dikemudian hari jika ia melakukan kegiatan yang menggunakan tangannya ia tidak akan kaku dan mudah lelah.

6. Melatih kreatifitas dan daya imajinasi

Saat menggambar maupun mewarnai anak hendaknya diberikan kebebasan untuk menggambar apapun yang ia suka dan memwarnai sesuai warna yang ia pilih. Hal ini dalam rangka melatih kreatifitas dan daya imajinasi.

7. Melatih membuat target

Melalui kegiatan menggambar dan mewarnai ini anak juga dilatih membuat target, yaitu target gambar apa yang dibentuk, warna apa yang dipakai, berapa lama waktu yang diperlukan, serta hasilnya ingin seperti apa. Hal ini baik karena jika ia terbiasa membuat target sejak kecil, kelak ketika ia besar ia tak akan kesulitan membuat target lain dalam hidupnya.

8. Mengenalkan anak pada nilai estetika

Menggambar dan mewarnai merupakan suatu proses yang akan menghasilkan sebuah karya dengan nilai indah. Oleh karena itu ketika anak diajarkan dua hal ini ia sudah dikenalkan pada apa itu suatu keindahan, bagaimana cara membuatnya, serta bagaimana cara mengapresiasinya.

9. Mengenalkan anak pada garis batas/tepi Setiap gambar memiliki garis batas/ tepi, sehingga ketika anak menggambar ia tidak boleh melebihi batas itu. Fungsinya agar gambar terlihat rapi dan tidak melebar kemana-mana. Hal ini bisa saja dikaitkan bahwa segala sesuatu itu ada batasnya dan tidak boleh berlebihan. #Lilis_cgo
Share:

Manfaat Bernyanyi Untuk Anak

Manfaat Bernyanyi Untuk Anak
Bernyanyi bagi anak juga dapat meningkatkan kemampuan refleks dan kewaspadaan anak, karena
aliran oksigen dapat mengalir lebih lancar ke seluruh tubuh anak. Dengan bernyanyi anak juga berolahraga untuk membangun  sebagian otot tubuhnya.
Caping Gunung Indonesia - Anak-anak senang bernyanyi, terutama anak balita kita senang jika kita juga menyanyi untuk mereka, menyanyi selain sebagai selingan bermain atau bergembira maupun sebagai pengantar tidur mereka. Menyanyi untuk anak dapat memberikan nilai positif terhadap perkembangan mereka, selain dapat memberikan perasaan senang, gembira dan menenangkan juga dapat dijadikan salah satu media alternatif untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang dapat membangun kepribadian anak yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Secara mendasar, menyanyi sendiri mempunyai efek membangun yang luar biasa bagi seorang anak, baik pada masa-masa balita maupun usia pra sekolah, banyak manfaat dan hal-hal positif didapat jika anak-anak atau kita sendiri menyanyi dengan gembira. Salah satu hal yang menarik adalah bahwa menyanyi ternyata sangat baik untuk kesehatan anak. Professor Graham Welch, seorang Profesor dari sekolah musik di Institut Pendidikan, Universitas London, Inggris, mengungkapkan: bernyanyi ternyata merupakan kegiatan yang menyehatkan bagi seseorang. Graham yang telah 30 tahun meneliti manfaat menyanyi bagi kesehatan mengatakan bahwa menyanyi ternyata dapat menyehatkan jantung dan paru-paru, mengapa demikian? karena bernyanyi juga merupakan sebuah aktivitas senam yang mampu meningkatkan pasokan oksigen ke aliran darah di seluruh tubuh dan meningkatkan efisiensi sistem kadiovaskular (jantung).

Bernyanyi bagi anak juga dapat meningkatkan kemampuan refleks dan kewaspadaan anak, karena
aliran oksigen dapat mengalir lebih lancar ke seluruh tubuh anak. Dengan bernyanyi anak juga berolahraga untuk membangun  sebagian otot tubuhnya. Saat bernyanyi, hampir sebagian besar otot-otot di sekitar perut (diafragma) akan bekerja dan ini dianggap sebagai latihan yang sangat baik untuk otot tubuh bagian atas. Latihan vokal bagi anak melibatkan latihan pernafasan dan latihan pada otot jantung dan paru-paru.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan fisik seperti yang disebutkan di atas, bernyanyi juga memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan psikis dan psikologis anak. Dengan bernyanyi, maka perasaan anak akan terekspresikan, menjadi lebih lega dan lebih bersemangat lagi. Aktivitas bernyanyi juga mampu membangkitkan semangat dan menurunkan tingkat strees anak melalui kerja sistem endokrin tubuh anak yang berhubungan dengan perasaan merasa nyaman, hangat, dan lebih baik. Menyanyi mampu membuat perasaan lebih baik karena dilepaskannya hormon endorfin keseluruh tubuh saat anak bernyanyi dengan ceria.

Benyanyi juga dapat meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh anak. Menurut sebuah studi yang dilakukan di Universitas Frankfurt, di Jerman yang sudah diterbitkan di US Journal of Behavioral Medicine, disebutkan bahwa menyanyi dapat meningkatkan sistem imun tubuh seseorang. Para peneliti melakukan tes darah pada anggota kelompok paduan suara profesional di Frankfurt, tes darah dilakukan 60 menit sebelum dan sesudah latihan menyanyi. Dari penelitian tersebut, diperoleh bahwa konsentrasi imunoglobulin A, protein yang ada dalam sistem imun tubuh manusia yang berfungsi sebagai antibodi ternyata meningkat dengan signifikan selama kegiatan menyanyi berlangsung. Hal ini tentunya juga terjadi terhadap anak-anak, dengan kegiatan menyanyi mereka akan meningkatkan daya tahan tubuh mereka terhadap penyakit.#lilis_cgo
 Sumber, Berita Indonesia
Share:

Paud Pertiwi Sumbergedong


Paud Pertiwi Sumbergedong
Caping Gunung Indonesia - Yayasan Capil mendirikan PAUD tanggal 26 April 2017 alamat Sumbergedong Trenggalek Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang memberikan pengasuhan, perawatan, dan pelayanan kepada anak Usial Lahir sampai 6 tahun. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki sekolah dasar dan kehidupan tahap berikutnya. 
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2005, PAUD termasuk dalam jenis pendidikan Non Formal. Pendidikan Non Formal selain PAUD yaitu Tempat Penitipan Anak (TPA), Play Group dan PAUD Sejenis. PAUD sejenis artinya PAUD yang diselenggarakan bersama dengan program Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu untuk kesehatan ibu dan anak). Sedangkan pada Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), PAUD dimasukkan kedalam program Pendidikan Luar Sekolah (PLS).

Pada penyelenggaraan PAUD, jenis pendidikan ini tidak menggunakan kurikulum baku dari Depdiknas, melainkan menggunakan rencana pengajaran yang disebut Menu Besar. Menu Besar ini mencakup pendidikan moral dan nilai keagamaan, fisik/motorik, bahasa, sosial-emosional dan seni. Panduan dalam Menu Besar ini akan dikembangkan oleh tiap PAUD, berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing PAUD.

Selain tidak menggunakan kurikulum baku, PAUD juga ditujukan untuk kalangan ekonomi miskin. Karena biasanya PAUD tidak menarik iuran sekolah atau menarik iuran dengan jumlah yang sangat kecil. Hal ini untuk memenuhi hak pendidikan anak, mendapatkan pendidikan dasar secara cuma-cuma (Pasal 31 Konvensi Hak Anak).


Bentuk-bentuk Paud terdiri dari :
  1. PAUD Formal ; TK, Raudhatul Atfal.
  2. PAUD Non Formal ; Kelompok Bermain (KB), Taman Pendidikan Anak (TPA), Pos Paud ..dll
  3. PAUD Informal ; Keluarga.
Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini
Secara umum tujuan Pendidikan Anak Usia Dini adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sedangkan berdasarkan tinjauan aspek didaktis psikologis tujuan pendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini yang utama adalah:
  1. Menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan agar mampu menolong diri sendiri (self help), yaitu mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri seperti mampu merawat dan menjaga kondisi fisiknya, mampu mengendalikan emosinya dan mampu membangun hubungan dengan orang lain.
  2. Meletakkan dasar-dasar tentang bagaimana seharusnya belajar (learning how to learn). Hal ini sesuai dengan perkembangan paradigma baru dunia pendidikan melalui empat pilar pendidikan yang dicanangkan oleh UNESCO, yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together yang dalam implementasinya di  lembaga PAUD dilakukan melalui pendekatan learning by playing, belajar yang menyenangkan (joyful learning) serta menumbuh-kembangkan keterampilan hidup (life skills) sederhana sedini mungkin.
Fungsi Pendidikan Anak Usia Dini 
Program kegiatan bermain pada pendidikan anak usia dini memiliki sejumlah fungsi, yaitu: (1) untuk mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki anak sesuai dengan tahap perkembangannya, (2) mengenalkan anak dengan dunia sekitar, (3) mengembangkan sosialisasi anak, (4) mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak dan (5) memberikan kesempatan kepada anak untuk menikmati masa bermainnya.

Berdasarkan tujuan pendidikan anak usia dini dapat ditelaah beberapa fungsi pendidikan anak usia dini, yaitu :
a. Fungsi Adaptasi
Berperan dalam membantu anak melakukan penyesuaian diri dengan berbagai kondisi lingkungan serta menyesuaikan diri dengan keadaan dalam dirinya sendiri. Dengan anak berada di lembaga pendidikan anak usia dini, pendidik membantu mereka beradaptasi dari lingkungan rumah ke lingkungan sekolah. Anak juga belajar mengenali dirinya sendiri.

b. Fungsi Sosialisasi
Berperan dalam membantu anak agar memiliki keterampilan-keterampilan sosial yang berguna dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari dimana ia berada. Di lembaga pendidikan anak usia dini anak akan bertemu dengan teman sebaya lainnya. Mereka dapat bersosialisasi, memiliki banyak teman dan mengenali sifat-sifat temannya.

c. Fungsi Pengembangan
Di Lembaga pendidikan anak usia dini ini diharapkan  dapat pengembangan berbagai potensi yang dimiliki anak. Setiap unsur potensi yang dimiliki anak membutuhkan suatu situasi atau lingkungan yang dapat menumbuhkembangkan potensi tersebut kearah perkembangan yang optimal sehingga menjadi potensi yang bermanfaat bagi anak itu sendiri maupun lingkungannya.

d. Fungsi Bermain
Berkaitan dengan pemberian kesempatan pada anak untuk bermain, karena pada hakikatnya bermain itu sendiri merupakan hak anak sepanjang rentang kehidupannya. Melalui kegiatan bermain anak akan mengeksplorasi dunianya serta membangun pengetahuannya sendiri
.

Prinsip dalam Pendidikan Anak Usia Dini  

Untuk memenuhi aspek-aspek dalam perkembangan anak baik aspek fisik, kognitif, sosial emosional dan bahasa serta aspek lainnya seperti agama dan moral, kemandirian dan seni), maka perlu dilakukan berbagai prinsip yang meliputi:

1. Berorientasi pada Kebutuhan Anak
2. Belajar melalui bermain
3. Pendekatan  Berpusat pada Anak
4. Pendekatan Kontruktivisme
5. Pendekatan Kreatif dan inovatif
6. Lingkungan yang kondusif
7. Menggunakan pembelajaran terpadu
8. Pengembangan Tematik
9. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar
10. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup


Semoga kedepannya Yayasan Capil mendirikan PAUD bisa bermanfaat bagi seluruh bangsa indonesia, mari ibu - ibu anaknya disekolahkan dipaud Pertiwi Sumbergedong supaya anak - anak anda bisa memaksimalkan belajarnya pada saat jenjang TK. #Lilis_cgo

Sumber, Berita Indonesia 
 


Share:

PAUD


PAUD
Caping Gunung Indonesia - Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) secara umum adalah suatu upaya pembinaan yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan kepada anak sejak lahir sampai dengan berusia enam tahun. PAUD  bertujuan  untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada pasal 28 menyebutkan bahwa: (1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. (2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. (3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. (4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.

Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Upaya pembinaan dan pendidikan untuk anak usia dini dapat dilakukan melalui sebuah lembaga satuan pendidikan formal dan non formal yang menyelenggarakan program pendidikan anak usia dini. Satuan pendidikan tersebut adalah:

1 Taman Kanak-Kanak
Taman Kanak-Kanak (TK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun.

2. Kelompok Bermain
Kelompok Bermain (KB) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dalam bentuk bermain sambil belajar bagi anak usia 2 (dua) sampai 4 (empat) tahun yang memperhatikan aspek kesejahteraan sosial anak.

3. Taman Penitipan Anak
Taman Penitipan Anak (TPA) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dalam bentuk bermain sambil belajar bagi anak usia 0 (nol) sampai 6 (enam) tahun dengan prioritas nol sampai empat tahun yang memperhatikan aspek pengasuhan dan kesejahteraan sosial anak.

4. Satuan PAUD Sejenis
Satuan PAUD Sejenis (SPS) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dalam bentuk bermain sambil belajar bagi anak usia 0 (nol) sampai 6 (enam) tahun yang dapat diselenggarakan dalam bentuk program secara mandiri atau terintegrasi dengan berbagai layanan anak usia dini dan lembaga keagamaan yang ada di masyarakat.
Bagi lembaga satuan pendidikan nonformal atau satuan PAUD yang menyelenggarakan program pendidikan anak usia dini akan mendapat bantuan dari pemerintah dalam program Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP-PAUD). Pemerintah akan membantu menyediakan dana biaya operasional non personalia yaitu biaya bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya penyelenggaraan pendidikan tak langsung. Komponen biaya operasional penyelenggaraan PAUD akan diatur sesuai peraturan yang berlaku.#Lilis_cgo



Share:

Massa Aksi 313 Terus Berdatangan, Lalin Depan Istiqlal Macet

Caping Gunung Indonesia - Peserta Aksi 313 terus berdatangan ke area Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Imbasnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi masjid mulai macet.

Beberapa pedagang sempat memakan satu lajur jalan di depan Masjid Istiqlal. Namun petugas Satpol PP mencoba menertibkan para pedagang tersebut agar tidak berjualan di pinggir jalan.

Sementara itu, massa masih terus berdatangan di area masjid. Pedagang di area masjid yang menjual aksesori 313, jajanan, dan lain sebagainya juga sudah membuka lapak sejak pagi tadi.

Rencananya, kegiatan yang digagas oleh Forum Umat Islam (FUI) ini akan dimulai dengan salat Jumat di Masjid Istiqlal, disusul aksi long march ke Istana Kepresidenan.

Ada beberapa jalan yang akan dilalui oleh peserta aksi saat akan menuju Istana. Dari Istiqlal, massa akan berjalan ke Jalan Medan Merdeka Timur, kemudian melewati Kedutaan Besar AS, Balai Kota DKI Jakarta, dan bundaran Patung Kuda, hingga sampai di Istana.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi ini memiliki tuntutan mencopot Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatannya karena telah berstatus sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama.
Share:

Raja Salman Dua Kali Mandi di Pantai, Kami Disuruh Tiarap

Caping Gunung Indonesia - Kami yang mencoba menunggu aktifitas Raja Salman, memutuskan untuk melihat di sekitar kawasan pantai. Tepatnya, di barat samping Hotel Mulia. Ada jalan menuju pantai Geger yang lokasinya tidak lebih dari tiga ratus meter dari hotel itu. Di sana, jarak pandang ke bagian belakang hotel St Regis yang menyatu dengan pantai ternyata sangat dekat. Dari situ juga, terlihat jelas ketatnya pengawalan untuk Raja Salman.
Sejumlah anggota TNI yang menyamar terlihat di lokasi. Terlihat dari tubuhnya yang tegap. Ada yang menyamar sebagai anak pantai, maupun yang menggunakan pakaian adat Bali dan lalu lalang di sekitaran pagar pembatas wilayah pantai. Sedangkan yang berseragam, terlihat sedang duduk di bawah tenda dan melihat ke arah pantai.
Selain TNI, juga sesekali terlihat pasukan pengamanan Saudi Arabia di ujung pagar kayu yang menjadi pembatas pantai. Kemungkinan besar, mereka menempati tenda putih yang berada di bagian dalam pagar. Tenda itu terlihat mencolok karena atap putihnya lebih tinggi dari pagar.
Air laut yang sedang surut membuat kawasan pantai di dekat Hotel St. Regis menjadi ramai. Itu membuat petugas menjadi lebih sibuk karena harus menjaga batas wilayah. Ada area yang memang disterilkan oleh pengunjung untuk kepentingan keluarga Raja Salman. Terutama, yang dekat dengan pintu hotel.
Untuk bisa lebih dekat dengan hotel St. Regis, bisa memanfaatkan bibir pantai yang menurun saat air surut. Tidak ada larangan karena surutnya air laut membuat jarak sekitar lima meter dari bibir pantai ketika air normal. Saat terus berjalan ke arah barat, terlihat ada beberapa rombongan Raja Salman yang sedang selfie.
Pengamanan di dalam hotel terlihat sangat rapi. Di dekat pagar ada sebuah kursi dengan meja dan beberapa pasukan Saudi Arabia. Mereka membawa pistol yang tergantung di pinggangnya. Pasukan yang mengenakan rompi cokelat dipadu dengan kaos putih dan celan panjang hitam melihat di sekitar pantai.
Ada petugas lain yang berada di halaman belakang hotel mewah itu dan berdiri di bawah pohon kelapa. Dari ujung timur ke barat kawasan pantai Hotel St Regis, jaraknya lebih dari dua ratus meter. Di bagian timur, terdapat sebuah balai dengan pagar pembatas di sisi timur.
Sedangkan di sisi barat, terdapat pagar batas wilayah pantai. Total, ada tiga pagar pembatas di hotel tersebut. Pertama, pagar pembatas dengan pantai. Kedua, di balai tempat Raja Salman makan. Ketiga, di sebelah timur berupa pagar bambu yang membuat rombongan raja tidak terlihat kalau berada di halaman belakang hotel.
’’Di balai makan, juga digunakan raja untuk menikmati angin laut,’’ tutur sumber Jawa Pos Radar Bali. Untuk masalah keamanan, ada pembagian antara aparat dalam negeri dan pasukan Saudi Arabia. Pasukan pengaman presiden mengambil alih wilayah dalam hotel. Sedangkan kawasan luar, dipercayakan pada TNI.
Sumber yang pernah bertugas di bagian pembatas wilayah pantai bagian timur itu menambahkan, ada hal unik kalau Raja Salman hendak mandi. Pasukan pengaman diminta untuk tiarap di kejauhan sambil memantau wisatawan lain agar tidak mendekat. ’’Selama ini dia mandi di pantai. Sehari dua kali, sekitar pukul 13.00 dan pukul 17.00,’’ bebernya.
Dirincinya, dua jam sebelum raja mandi, pihak angkatan laut melakukan pengamanan terlebih dahulu. Terutama, jarak 300 sampai 350 meter dari bibir pantai tempat mandi Raja. Satu jam sebelumnya, baru pengamanan batas dikabari untuk sterilisasi situasi darat di bagian pantai. ’’Nggak tahu beliau mandi menggunakan pakaian seperti apa. Soalnya kami disuruh tiarap dengan jarak 200 meter dari pagar batas wilayah pantai,’’ jelasnya.
Cerita dari petugas pengamanan raja, saat mandi mereka juga tidak bisa mendekat atau lebih jauh. Sebab, mereka sudah diminta untuk tiarap. Hanya orang-orang tertentu saja yang disebutnya bisa terus bersama raja hingga ke area pemandian. "Dari Villa sudah terdapat jalan khusus yang melintas di samping balai. Jalan khusus itu dirancang dengan kayu,’’ tuturnya.
Saat ingin mandi di laut, jalan khusus itu yang selalu dipakai. Disetiap sisinya, ada pegangan supaya Raja Salman bisa berjalan dengan aman. Menurut informasi yang dia peroleh, raja sebenarnya tidak berenang ketika di laut. ’’Cuman membasahi badan sebentar saja, setelah itu balik ke kamar,’’ terangnya.
Share:

Definition List

Unordered List

Support